Perpusnas RI Perkuat Literasi Masyarakat Melalui SHM di Provinsi Gorontalo

RGOL.ID, GORONTALO – Untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi stakeholder dalam membangun literasi masyarakat melalui transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Maka Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia bekerjasama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, menggelar Stakeholder Meeting (SHM) Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, di Hotel Aston Kota Gorontalo, Kamis (7/7/2022).

Kegiatan SHM kali ini menghadirkan pemateri dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, yakni Kepala Bidang Perpustakaan, Syahrudin Porindo.

Untuk peserta kegiatan ini berasal dari unsur pemerintah Kabupaten dan Kota, perguruan tinggi, swasta, perbankan dan lainnya.

Kepala Bidang Perpustakaan, Syahrudin Porindo mewakili Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, mengatakan, Perpusnas RI sudah melakukan intervensi terhadap program perpustakaan untuk semua Kabupaten dan Kota serta 13 Desa yang ada di Provinsi Gorontalo.

Olehnya, dibutuhkan keterlibatan semua pihak untuk mengintervensi desa-desa di Provinsi Gorontalo yang jumlahnya lebih kurang 729 desa.

Syahrudin berharap SHM ini bisa menghasilkan kesepahaman untuk meniru atau mengadopsi program Perpusnas dalam mengintervensi perpustakaan desa dalam rangka pengembangan literasi pengembangan sumber daya manusia khususnya di Provinsi Gorontalo.

“tentunya ini menjadi tanggung jawab semua stakeholder baik pemerintah maupun swasta yang kita ajak untuk terlibat bersama-sama memperkuat program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, khususnya ditingkat Desa, sehingga tercipta kualitas sumber daya manusia yang diharapkan berimplikasi pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Darmadi, S.IP., MM, mengatakan, program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial sudah menjadi bagian dari program prioritas nasional dan masuk RPJMN 2020-2024.

SHM ini mempertemukan para pemangku kepentingan (stakeholder) untuk dapat berkolaborasi atau bersinergi untuk membangun literasi masyarakat.

“kolaborasi dan sinergi yang akan dilakukan ke depan, bisa berupa kerjasama program, sumber daya manusia, barang dan material yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, mendorong tugas pokok, fungsi dan tujuan dari setiap stakeholder, serta memperkuat keberhasilan dari program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial,” ujarnya.

Apalagi kata Darmadi, program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan, meningkatkan penggunaan layanan oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan membangun komitmen dan dukungan stakeholder untuk transformasi perpustakaan yang berkelanjutan.

“tentunya kami berharap transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan terciptanya masyarakat sejahtera di Provinsi Gorontalo,” tutur Darmadi. (awl)


Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar