oleh

Persigo Tidak Dijual, Masih Ada di Liga 3

GORONTALO (RAGORO) – Isu penjualan Persigo semakin hangat diperbincangkan. Ketua Persigo, Adhan Dambea pun angkat bicara.

Adhan mengaku menerima pengelolaan Persigo dari Fadel Muhammad dan Saleh Hemeto tahun 2005. Saat itu, Persigo masih dibiayai APBD.

Saat Adhan mengelola Persigo, tiba-tiba tahun 2007, keluar edaran Mendagri yang menyatakan APBD tidak bisa lagi membiayai sepak bola.

Jadi setelah terbitnya edaran Mendagri itu, atau sejak tahun 2008, Adhan yang saat itu juga terpilih menjadi Walikota Gorontalo, membiayai sendiri Persigo, sampai Persigo naik ke Divisi Utama.

Selanjutnya pada tahun 2013 saat Adhan tidak lagi menjabat Walikota, Persigo masih bermain di Liga 2 (profesional).

Karena Adhan tidak lagi jadi Walikota dan Persigo membutuhkan anggaran besar, maka Adhan bersama Aven Hinelo saling bantu membiayai Persigo dibawah naungan Perusahaan Kreasindo.

Hal ini juga sesuai dengan ketentuan PSSI saat itu, bahwa jika bermain di liga profesional, maka club sepak bola harus dibawah naungan perusahaan.

Sehingga dari tahun 2013 hingga 2017, Persigo dibawah naungan Perusahaan Kreasindo dan bermain di Liga 2. Pada tahun 2017, Persigo kekurangan dana dan terancam degradasi.

Sehingga saat itu, Adhan mengumumkan di media massa, bagi siapa saja yang bisa membiayai Persigo, maka silahkan dikelola.

Satu bulan Adhan memberikan batas waktu pengumuman itu, ternyata tidak ada juga donatur yang mau mengelola Persigo.

Akhirnya dari CV Semeru Kabupaten Lumajang menawarkan untuk mengelola Persigo yang saat itu ada di Liga 2. “jadi saat itu, bukan Persigo-nya yang di jual, tetapi slot Liga 2 yang diambil alih CV Semeru,” ujar Adhan.

Saat dikelola CV Semeru tahun 2017 hingga 2019, status Persigo sempat turun ke Liga 3, tapi kemudian kembali lagi ke Liga 2.

Pada tahun 2020, saat CV Semeru terkendala anggaran, maka CV Semeru melepas pengelolaan Persigo kepada PS Hizbul Wathan Jawa Timur yang sekarang ini kembali terdegradasi ke Liga 3.

Nah, kalau ada orang yang bilang Persigo di jual, itu salah, berarti orang itu tidak paham soal pengelolaan Persigo. Buktinya, saat ini Persigo masih tercatat di Liga 3 PSSI.

Jadi yang diambil alih CV. Semeru ini adalah slot Liga 2 atas nama Perusahaan Kreasindo milik Aven Hinelo, dan bukan Persigo yang dijual.

“makanya kalau tidak paham, tidak usah sok-sok tahu, apalagi bikin status di media sosial, kalau mau tahu banyak soal Persigo ini, silahkan datang ke saya, nanti saya jelaskan,” tegas Adhan. Sekali lagi kata Adhan, Persigo itu tidak di jual dan sekarang masih ada di Liga 3. (awal-46)


Jangan Lewatkan

Komentar