oleh

Petani Babat 20 Ribu Tanaman Karet Perusahaan

Polisi saat melakukan mediasi antara pihak perusahaan dan petani asal wonosari
Polisi saat melakukan mediasi antara pihak perusahaan dan petani asal wonosari

Jagungnya Disirami Zat Kimia

GORONTALO (RadarGorontalo.com) – Akibat tanaman jagungnya disirami zat kimia, sejumlah petani di Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo, membalas dengan cara menebas sekitar 20 ribu bibit tanaman karet milik perusahaan PT. PG. Tolanggula.

Kronologisnya, berawal ketika security PT. PG melakukan penyemprotan tanaman jagung milik sejumlah petani, yang ditanam berdekatan dengan tanaman karet milik perusahaan. Jelas, petani tak terima tanaman jagungnya dihancurkan. Petani coba meminta klarifikasi dari si security tadi. Tapi oleh sang security dijawab, dirinya hanya mengikuti perintah atasan.

Jawaban si security, memicu kemarahan para petani. Tak tunggu lama, kelima petani yang jagungnya disirami cairan kimia itu, melakukan aksi balasan dengan cara menebas habis sekitar 20 ribu bibit tanaman karet milik perusahaan. Kelima petani itu masing-masing, CN, BD, KU, SC dan CT. Pihak perusahaan yang mengetahui penebangan tersebut, langsung menguhubungi pihak Kepolisian setempat, untuk melakukan pengamanan di lokasi kejadian.

Selang lima jam dari kejadian itu, tepatnya pukul 15.00 WITA siang itu, sejumlah petugas gabungan dari Polres Boalemo langsung mendatangi lokasi itu, dan memediasi kedua belah pihak yakni perusahaan PT. PG. Gorontalo dan petani, untuk membuat kesepakatan. Dalam mediasi itu, petani meminta agar pihak perusahaan tidak melakukan penyemprotan terhadap tanaman mereka, dan jika hal itu terjadi maka mereka akan melakukan aksi yang sama.

Namun, karena merasa telah dirugikan pihak PT. PG.  Gorontalo tetap melaporkan kejadian itu pada pihak Mapolda Gorontalo. Sementara itu, Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP S Bagus Santoso SIK ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya selain telah menerima laporan dari pihak perusahaan. Sampai dengan saat ini, telah dilakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi, baik petani dan perusanaan PT. PG. Gorontalo sendiri. “Jumat hari ini, Polda telah memanggil beberapa saksi untuk dilakukan pemeriksaan, terkait pengrusakan tanaman karet yang diduga dilakukan masyarakat,”tukasnya. (RG-62)


Jangan Lewatkan

Komentar