oleh

Petani: Terima Kasih Pak Gub

RGOL.ID, Gorontalo – Para petani di sepanjang aliran irigasi Lomaya kini sudah bisa bernafas lega. Pasalnya air di Bendungan Lomaya mulai Senin kemarin, sudah dibuka untuk warga.

Gubernur Rusli Habibie, meminta kepada pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II untuk mempercepat proses perbaikan irigasi agar airnya segera dinikmati warga.

Hal ini untuk menyahuti keluhan warga yang disampaikan kepada Gubernur yang membutuhkan air untuk lahan pertaniannya.

“Alhamdulillah kemarin sudah dibuka pintu airnya. Ini untuk menyahuti keinginan masyarakat khususnya para petani di irigasi Lomaya seperti Tapa, Telaga, Kota Gorontalo dan sekitarnya yang membutuhkan air,” kata Rusli.

Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II Adenan Rasyid mengungkapkan, pembukaan pintu air Bendungan Lomaya masih terbatas yakni 0,8 meter kubik per detik dari seharusnya 6,2 meter kubik per detik.

Hal itu dilakukan karena masih ada pekerjaan rehap kantong lumpur dan pembuatan saluran suplesi dari Bendungan Lomaya ke irigasi Pilohayanga. Ada penambahan debit air Bendungan Lomaya dari empat meter kubik per detik menjadi 6,2 meter kubik per detik.

“Kita membuat suplesi ke irigasi Pilohayanga karena bendungannya itu rusak. Karena ada suplesi itu makanya kita ada perubahan kantong lumpur dan salurannya.

Perbaikan salurannya dari lebar 4 meter menjadi sekarang 7,5 meter,” jelas Adenan. Bendungan Lomaya sendiri mampu mengairi lebih kurang 4.000 hektare sawah. Sementara Bendungan Pilohayanga mengairi sekitar 1.000 hektare.

Saat ini sumber air kedua bendungan itu hanya mengandalkan dari Bendungan Lomaya. “Kemarin kita tidak bisa buru-buru membuka airnya karena umur konstruksi bangunan yang baru. Ini kan pelan-pelan kita buka nih, semoga bisa mengairi sawah warga,” tandasnya.

Sementara itu, beberapa petani yang sempat ditemui Rakyat Gorontalo sangat berterma kasih kepada Gubernur Gorontalo karena pembangunan saluran irigasi lomaya sudah selesai dan sudah dialiri air dari Bendungan Lomaya. (mey-25)

Komentar