RGOL.ID (DEPROV) – Komisi 1 Deprov mewanti wanti Dinas Kesehatan dan KPU terkait kesehatan dan keselamatan para petugas KPPS. AW Talib dan kawan kawan di Komisi 1, tidak ingin ada satupun petugas KPPS yang tidak tertangani kesehatan mereka. Karena itu Ketua Komisi 1 menanyakan soal BPJS para petugas KPPS.

KPU dan Dinsa 1500 tps. KPPS 14 00 perhitungan. Suara 3 jam. Lembaga 15 jam perhitungan. Dari jam 2 sampai jam 5 pagi. Resiko pada petugas. Jangan sampai peristiwa 5 tahun lalu terulang kembali. 300 setiap tps.
BPJS untuk kpps.

Dari rapat tadi antara Komisi 1 dengan KPU dan Dinas Kesehatan diperoleh informasi kalau untuk BPJS Kesehatan, sudah 5 Kabupaten Kota yang sudah ditanggung oleh Pemda masing masing, tinggal Pohuwato yang belum.

Tetapi Kata Sofyan dari KPU , untuk BPJS Tenaga Kerja, ini yang sama sekali belum tertangani, makanya mereka sudah melaporkan hal itu ke KPU RI, sekaligus meminta petunjuk bagaimana solusinya.

Mendengar itu Irwan Mamasa, langsung angkat bicara, menurutnya BPJS Tenaga kerja ini justru yang lebih penting, sebab kalau ada yang meninggal ada asuransinya dan jumlahnya kalau tidak keliru lebih dari 40 juta.

Tidak hanya itu, Komisi 1 juga minta Dinas Kesehatan dan KPU untuk menyiapkan Ambulance dan kata Adhan tolong di cek kembali apakah mobil mobil Ambulance di Puskes Puskes dalam.

Kondisi yang prima dan apalah jumlah cukup. Demikian pula dengan PLN, pada hari pencoblosan tidak boleh ada mati listrik. ” Mati listrik saat perhitungan suara bisa membuat suara hilang, kata Adhan Dambea.

Sebab Listrik ini sangat penting pada hari Pencoblosan apalagi, menurut penjelasan Sofyan begitu selesai perhitungan suara, hasilnya langsung di print kemudian dibubuhi ttd basah ini dimaksud untuk menghemat waktu.

Dari mana printernya, Sofyan mengatakan mereka akan menyewa dari berbagai kantor dan Insya Allah bisa memenuhi kebutuhan.

Sementara Bouty menanyakan sola skrining kesehatan apakah Dinas Kesehatan mampu melakukannya kepada 24 ribu lebih anggota KPPS.

Menurut Kadis dari 894 orang petugas KPPS yang meninggal pada Pemilu 2019 silam Alhamdulillah Gorontalo masuk dalam 4 daerah yang tidak ada kasus meninggal, namun demikian mereka tetap akan mengawasi dengan ketat mereka mereka yang berada di usia di atas 40 tahun, terutama penyakit penyakit bawaan mereka.

Untuk itu kata Kadis Kesehatan semua petugas KPPS maupun KPU untuk tidak mengkonsumsi minuman berenergi, ini sangat berbahaya, karena bisa berpengaruh pada jantung dan juga ginjal.

AW Talib juga mengingatkan KPU bahwa perhitungan suara bisa mencapai 15 jam. Baysngkan dari jam 2 siang sampai jam 5 subuh, ini tentu sangat melelahkan, karena itu AW Talib minta agar Dinas Kesehatan memberikan fitamin, agar para petugas KPPS ini tidak mengkonsumsi minuman berenergi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.