PGSD UMGO Gelar Monev Program MBKM MD Di Empat Desa

RGOL.ID – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) melaksanakan Monitoring Dan Evaluasi (Monev) dan peresmian proyek program Merdeka Belajar Kampus Merdeka Membangun Desa ( MBKM MD) di empat Desa Di Kabupaten Gorontalo (21/7/2022).

Adapun empat Desa yang menjadi lokasi program MBKM MD yaitu yang pertama dikunjungi Desa Pone Kecamatan Limboto Barat, selanjutnya bergeser ke Desa Yosonegoro Kecamatan Limboto Barat, selanjutnya bergeser ke Desa Isimu Selatan Kecamatan Tibawa, dan terakhir Desa yang dikunjungi Desa Lakeya Kecamatan Boliyohuto.

Rombongan Monev dari UMGO dilokasi pertama disambut Kepala Desa Pone, Tokoh Masyarakat, Mahasiswa Program MBKM, Kepala Sekolah dan siswa SD Binaan MBKM yang terintegrasi Kuliah Kerja Dakwah (KKD) Tematik yang di tempatkan di Desa Pone.

Kepala Desa Pone Syaiful Daud dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kunjungan dari UMGO yang langsung dihadiri oleh Rektor bersama Rombongan,” ucapnya.

Desa Pone memiliki hubungan emosional dengan Muhammadiyah, dimana disini banyak amal usaha Muhammadiyah, mulai dari Masjid dan Sekolah Muhammadiyah.

Desa Pone selalu siap jadi tuan rumah lokasi KKD dan akan berusaha berkolaborasi dengan mahasiswa untuk menjalankan programnya,” tutupnya.

Dekan FKIP Dr. Abd. Hamid Isa dalam sambutannya menyampaikan atas nama pimpinan Fakultas menyampaikan terima kasih kepada Rektor, Ketua BPH, Wakil Rektor I dan Wakil II Rektor karena telah hadir mengunjungi lokasi MBKM MD dan terima kasih juga kepada Bapak Kepala Desa yang telah menerima kunjungan kami,” ungkapnya.

Semoga kedatangan mahasiswa PGSD dalam program MBKM MD Di Desa ini, bisa memberi manfaat untuk masyarakat demi kemajuan Desa dan dari laporan Kordes, selain mengajar di sekolah, ada juga peresmian Perpustakaan Desa dan program – program lain, ini membuktikan program bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Desa,” tutupnya.

Rektor UMGO Prof. Dr. Abd. Kadim Masaong dalam sambutannya menyampaikan Desa Pone punya kenangan 30 tahun yang lalu ketika ada kunjungan DPD IMM Sulawesi Tengah dan memakai lapangan di Desa Pone untuk sepak bola silaturrahim dengan DPD Sulut pada saat itu.

Masyarakat Pone sangat religius, baik itu dari warga Persyarikatan maupun masyarakat Islam pada umumnya, masyarakatnya ramah dan selalu mau berkolaborasi.

Melalui program MBKM MD ini mendekatkan kampus dengan masyarakat dan saya juga berharap agar masyarakat Pone bisa melanjutkan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Gorontalo.

Kuliah di UMGO itu Imannya Kuat, Ilmunya Tinggi, Akhlaknya baik dan Softskillnya hebat, memadukan ilmu Agama dan ilmu pengetahuan.

Mahasiswa harus keluar dari Zona nyaman, kita akan selalu mendapatkan masalah di lapangan, namun bagaimana mampu menyelesaikan masalah, jadi bekerja dulu dan ketika ada masalah maka disitulah kemampuan kita diuji untuk mampu menyelesaikan masalah.

Semua orang memiliki masalah, jadi kalau ada orang ingin bebas dari masalah, solusinya cuman satu yaitu percepat mati,” tegasnya.

Kalau ingin menjadi manusia unggul maka berteman dengan masalah dan hadapilah masalah itu untuk berpikir dan semakin matang dalam berpikir.

Semakin banyak masalah maka semakin banyak jalan keluar yang Allah berikan kepada kita semua asal kita berpegang teguh kepada Al qur’an dan Sunnah nabi dalam menyelesaikan masalah,” tutupnya.(Hms)


Jangan Lewatkan

Komentar