oleh

Pileg Baiknya Kembali ke Pola Lama

BOALEMO (RadarGorontalo.com) – Menurut Rum Pagau, pemilu legislatif mendatang, memang lebih baik dikembalikan saja ke sistem proporsional tertutup. Dengan cara ini, partai lebih punya kesempatan mengatur kader-kader terbaiknya untuk duduk di lembaga wakil rakyat.

Bagi Rum, parlemen adalah merupakan sebuah lembaga yang melahirkan produk hukum negara atau daerah. Nah, untuk melahirkan produk-produk hukum seperti itu, dibutuhkan orang-orang yang memiliki kapasitas dan kapabilitas yang cukup mumpuni. “kalau yang duduk orangnya berkualitas, sudah pasti produk hukum yang dihasilkan berkwalitas pula,” ungkapnya.
Soal pemilu legislatif dikembalikan ke sistem proporsional tertutup, terungkap dalam Munas Golkar di Bali belum lama ini.

Keinginan untuk kembali ke pola lama, karena menurut Golkar, cara ini akan memberikan kewenangan bagi partai, menentukan figur yang akan ditempatkan di lembaga legislatif, melalui penentuan nomor urut. Saat ini, sistem Pemilihan Umum (Pemilu), khususnya Pemilihan Legislatif (Pileg) di Indonesia menerapkan sistem proporsional terbuka. Dimana, figur yang duduk sebagai anggota legislatif dipilih berdasarkan suara terbanyak pada pemilu. Menurut Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Aburizal Bakrie, selama sistem pemilu dilakukan proposional terbuka, maka partai politik tidak mempunyai kehormatan untuk menentukan kader-kadernya di lembaga legislatif untuk dipilih rakyat. “Sistem proporsional terbuka yang diterapkan sekarang ini lebih buruk. Buktinya, ada anggota DPRD dan DPR yang hanya terpilih karena popularitas dan bukan karena kapabilitasnya,” ungkap ARB. (rg-59)


Jangan Lewatkan

Komentar