Pilih Mobnas atau Duit

ilustrasi (Anwart/RG)

RadarGorontalo.com – Dalam peraturan pemerintah (PP) tahun 2017, diatur mengenai kenaikan Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD, termasuk pemberian tunjangan transportasi, dengan konsekuensi mobil dinas yang mereka pakai wajib dikembalikan. Hanya saja, beberapa waktu terakhir, para Aleg belum juga memenuhi kewajiban itu, padahal disisi lain mereka sudah menerima tunjangan transportasi.

Besaran biaya tunjangan transportasi Aleg, tergantung kekuatan APBD daerah masing-masing. Jika dirata-ratakan, Kabupaten/kota berada dikisaran 8 sampai 10 juta per bulan. Untuk Deprov, sedikit lebih banyak dari itu. Seperti di untuk Kota Gorontalo, kemarin para Alegnya terinformasi sudah mulai menerima tunjangan transportasi. Seharusnya, itu diikuti dengan pengembalian mobil dinas. Tapi belum semuanya mengembalikan, dengan berbagai alasan.

Tak cuma di Kota Gorontalo, hal serupa juga terjadi di kabupaten lain. Salah seorang Aleg DPRD Boalemo yang enggan namanya disebut itu mengatakan, belum dikembalikannya mobil dinas karena hingga kini Perkada yang mengatur tentang besaran nominal tunjangan belum ditandatangani. Konon, sikap ini ditunjukkan, karena besaran tunjangan yang dianggap terlalu kecil.

Kendati demikian, para Aleg masih punya opsi. Yang mau mendapatkan tunjangan, maka wajib kembalikan mobnas. Sebaliknya, yang mau Mobil dinas, tunjangan operasionalnya akan dihapus. Dengan kata lain, tak boleh memilih dua-duanya. Mereka yang masih menggunakan mobil dinas, tapi kemudian juga menerima tunjangan bakal kena finalti, karena sudah menyelisih aturan.

Untuk Pohuwato sendiri, hanya tinggal 3 orang Aleg saja yang belum mengembalikan mobil dinas. Namun, menurut pihak sekretariat dewan, satu dua hari kedepan, mereka akan segera melapor untuk penyerahan mobnas.

Masyarakat pun punya tanggapan bermacam-macam soal mobnas Aleg itu. Menurut mereka, sebaiknya dikembalikan, dan diserahkan kepada para lurah atau kades yang wilayahnya jauh dari ibukota. Atau diserahkan ke dinas-dinas tertentu, yang masih kekurangan kendaraan operasional. Atau, bisa juga dilelang dan uang hasil lelang bisa jadi tambahan PAD, seperti yang dilakukan di Surabaya. (rg-59/tr-64)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.