oleh

Pilkada Bonebol Paling Unik, Faisal: Andai Kilat Bisa 3 Periode

-Bone Bolango, Politik-393 Pengunjung

RGOL.ID, Gorontalo – Siapa yang tidak kenal Ismet Mile dengan rentetan programnya, sebagai calon bupati petahana di Pilkada Bone Bolango (Bonbol) 2010 silam. Namun pada akhirnya, yang memenangkan Pilkada, pasangan (alm) Haris Nadjamudin dan Hamim Pou, yang saat itu maju dari jalur independen atau perseorangan.

Begitu pun dengan ketokohan Kris Wartabone dan majunya pengusaha sekelas Indrawanto Hasan di Pilkada Bonbol 2015. Tetapi toh, yang menang di Pilkada Bonbol, Hamim Pou dan Kilat Wartabone. “Olehnya, menurut saya, Pilkada Bonbol terbilang paling unik di setiap hajatannya, dengan sejumlah pengalaman tersebut.

Tidak terkecuali di Pilkada 2020 mendatang.” ungkap anggota Deprov Gorontalo dari daerah pemilihan (dapil) Bonbol, Faisal Hulukati, saat berbincang-bincang dengan koran ini, kemarin. “Dalam artian, menurut saya, siapa pun sah-sah saja mengklaim diri, bisa menang di Pilkada Bonbol, dengan dukungan keunggulannya masing-masing.

Baik itu dari sisi program-programnya, ketokohan, dukungan dana, dan sebagainya. Namun ingat, dengan pengalaman di Pilkada 2010 dan 2015 lalu, saya yakin akan tercipta kembali keunikan yang menarik di Pilkada Bonbol di 2020 nanti. Karena, dukungan masyarakat pemilih di Bonbol, kita tidak bisa baca saat ini, tetapi keseluruhannya akan terbukti di TPS nanti,” sahut Ketua Fraksi PPP di Parlemen Puncak Botu ini.


AURA KILAT


Disisi lain, Faisal memberi poin penilaian tersendiri bagi Kilat Wartabone. Mengapa? “Karena sejak kabupaten Bonbol terbentuk, hanya pak Kilat yang secara penuh periodisasinya menduduki jabatan Wakil Bupati Bonbol saat ini. Iya kan? Olehnya, saya menilai ada aura tersendiri yang melekat pada diri pak Kilat.

Yang artinya, jika saja ada aturan jabatan Wakil Bupati untuk beliau, bisa 3 kali. Maka, siapa yang mengambil pak Kilat di posisi calon wakil bupati, bisa menang.

Tetapi kan, aturan 3 periode tidak berlaku,” ujar Faisal. “Olehnya, dari kacamata ini, saya menilai komposisi pemaketan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah, selain bisa mengisi satu sama lain.

Juga aura-aura tersendiri seperti yang ada pada pak Kilat, bukan hal yang mustahil, perlu dibekali. Seperti kepribadian beliau yang dekat dengan siapa saja, dan sebagainya,” jelas Faisal Hulukati. (ay1)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.