oleh

Pilkada Kembali ke DPR ? Alternative Aman Ditengah Wabah

RGOL. ID.GORONTALO – Bakal ditundanya Pilkada 2020-2021 semakin pasti. Hal ini setelah sejumlah tahapan Pilkada diperpanjang hingga kurun waktu yang belum ditentukan, ditengah wabah covid 19.

Belum lagi pos-pos anggaran untuk itu (Pilkada) pun harus digeser untuk penanganan virus tersebut.

Hal ini pun menjadi pembicaraan para anggota DPR Kabupaten Gorontalo saat berdiskusi bahwa Pilkada dikembalikan di DPR juga bisa mungkin terjadi.

Foto Iskandar Mangopa

Aleg Iskandar Mangopa melalui pengamatannya, itu bisa saja terjadi. Dan itu juga adalah alternative pilihan yang bagus dimungkinkan.

Menurutnya jika diundur hingga ke 2022, maka rencana negara untuk menggelar Pilkada serentak di 2024 bersama Pilgub, Pileg, itu tidak mungkin. ” Ya, bisa hanya 2 tahunan kepala daerah memimpin. Maka tentu itu mustahil, ” ucapnya.

Kalaupun seandainya ditunjuk Pjs, Penjabat atau semacamnya, maka penjabat akan begitu lama menjabat. ” Kasihan para OPD bekerja tidak akan maksimal untuk program kerakyatan. Belum lagi Yang namanya Pjs, itu memiliki keterbatasan kewenangan. Dan ini juga mustahil, ” papar Aleg Golkar ini.

Satu-satunya pilihan alternative adalah mengembalikan Pilkada di DPR. Selain itu bisa menerapkan protokol kesehatan ditengah wabah,
Dan sangat efisien dalam hal penganggaran pemilihan.

” Ya, selain faktor itu. Faktor efisiensi anggaran tentu bisa ditekan. Paling banyak sudah ada Rp. 500 juta, Pilkada di DPR bisa dilaksanakan. ” ungkapnya.

Bahkan pula, setiap anggota dewan bisa diawasi,” Kalau perlu, 1 anggota DPR dikawal 1-2 anggota keamanan, biar azas Luber pilkada bisa dijunjung tinggi, ” ungkapnya lagi.

Terlebih lagi, toh juga siapapun Yang terpilih, program pemerintah melalui OPD akan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

” Ya, intinya hanya memindahkan, dari TPS-TPS ke ruang sidang DPR. Toh juga setiap anggota DPR mewakili rakyat berapa puluh hingga dia duduk disini (DPR-red). Dan Yang paling penting, menghindari orang berkerumun dan paling penting mengefisiensikan anggaran.” Jelasnya.

” Anggarannya sedikit, sisanya untuk penanganan covid. Dan Pilkada tetap pada waktunya memilih siapa kepala daerah. Saya rasa ini adalah alternative Yang baik, ” tutur Iskandar Mangopa. (Qn)

Komentar