Pilkades Bongo Terancam Diboikot

RadarGorontalo.com – Jelang Pilkades, suasana di Desa Bongo mulai memanas. Pasalnya salah satu kandidat Bahtiar M Yunus yang punya pendukungnya banyak, tak dibolehkan menacalonkan diri lagi, karena sudah pernah menjabat tiga periode. Upaya lobi ke pemerintah tidak membuahkan hasil. Pendukung Bahtiar mengancam, akan memboikot Pilkades Bongo, jika calon mereka tak diakomodir.

Bahtiar M Yunus memang sosok tokoh masyarakat yang pernah menjabat sebagai Ayahanda (kades,red) di desa itu, sejak 1989 hingga 2009. Saat pilkades dimulai 2012, warga ingin Bahtiar maju, tapi terganjal aturan. Warga yang tidak puas sempat protes hingga timbul kericuhan. Sejumlah orang kala itu, ditahan polisi karena terlibat aksi pengrusakan mobil camat.

Setelah 5 tahun, keinginan rakyat di sana agar Bahtiar naik tahta lagi nampaknya belum terkubur. Buktinya sekarang ini sudah ada surat dukungan yang sudah di tanda tangani 700 orang. “banyak hal yang sudah di lakukan beliau terhadap desa ini, dan rakyat tak pernah lupa, ” kata Karim Nusi. Dulu.. kata dia lagi, 14 Kades , tetapi begitu Bahtiar akan maju semuanya mundur, sayangnya beliau kena aturan.

Sekarang juga begitu, ada 5 calon tetapi karena mendengar Bahtiar akan dicalonkan lagi 3 yang sudah akan mundur. Sementara warga lainnya mengatakan jika Bahtiar tak bisa dicalonkan. Maka mereka akan memboikot Pilkades. dan kami akan bergabung dengan Kota Gorontalo. “sehari dua ini kami akan datang ke Pemda dan DPR, “kata warga lainnya.

Sementara Kadis BPMD Kabupaten Gorontalo menegaskan, bawa Kades yang sudah 3 periode menjabat sudah tak bisa lagi mencalonkan maupun dicalonkan. “ini kemauan Undang Undang, jadi apapun alasannya, aturan tak membolehkan. Bahkan sudah ada Perda yang mengaturnya,” katanya. menurut dia lagi pemda dapat memahami suasana hati rakyat di Bongo, tetapi semua kita tidak bisa menabrak aturan. (rg-51)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.