oleh

Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Mongolato

RGOL.ID – Gorontalo, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gorontalo menggelar reka ulang (rekontruksi) kasus pembunuhan terhadap Reykel Hanafi, warga Desa Mongolato, Kecamatan Telaga,

Kabupaten Gorontalo, Kamis (19/09) kemarin. Pada reka ulang ini dihadiri tujuh tersangka. Ada 41 adegan yang diperagakan dalam reka ulang tersebut. Pembunuhan Raykel bermula saat tersangka RA memberitahu rekan-rekanya melalui via telepon bahwa adiknya telah dikeroyok tak jauh dari Puskesmas Mongolato.

Mendengar informasi itu, sebanyak delapan orang temannya (7 sudah diamankan, dan 1 buron) langsung menuju ke lokasi dengan berboncengan mengendarai tiga sepeda motor.

Sesampainya di lokasi, mereka langsung menyerang Reykel Hanafi yang sedang duduk di atas motor yang saat itu sedang bermain handphone. Dalam penyerangan itu, para tersangka membacok Reykel sebanyak lima kali. Kasat Reskrim Polres Gorontalo, AKP.

Kukuh Islami menjelaskan, tujuan reka ulang ini tidak lain untuk mengetahui peran masing–masing tersangka hingga menyebabkan Reykel meninggal dunia. Selain itu, Kukuh menjelaskan dalam reka ulang itu pihak Satreskrim menggunakan dua versi, yakni versi tersangka dan versi saksi.

“Tapi karena saat kejadian para saksi sudah pada lari, jadi yang bisa menerangkan ini secara detail hanya para tersangka, meski juga tetap harus diperkuat oleh saksi-aksi lainnya,” ujarnya. Tujuh tersangka telah diamankan oleh Polres Gorontalo.

Kukuh Islami menegaskan pihaknya akan terus mengejar satu tersangka yang terlibat kasus pembunuhan ini. “sudah kita terbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO), kita juga masih terus berkoordinasi dengan Polda-Polda di daerah tetangga,” imbuhnya.

Kukuh menjelaskan dengan selesainya reka ulang ini, maka pihaknya akan segera menyelesaikan penyidikan tahap satu dan akan langsung diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sementara itu, untuk tujuh tersangka yang sudah diamankan, enam diantaranya akan dijerat dengan pasal pembunuhan berencana, dan satu lainnya UU Darurat. (gus-57)

Komentar