oleh

Polisi Terjunkan Tim Khusus Kejar Pelaku Pembacokan Wartawan di Gorontalo

-Gorontalo-519 Pengunjung

RGOL.ID, GORONTALO – Kasus kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi di Gorontalo. Jum’at (25/6/2021) sekitar pukul 16.00 wita, Pemimpin Redaksi media online Butota.id, Jefry Rumampuk dibacok oleh orang tak dikenal, di Jalan Raja Eyato, Kelurahan Molosifat W, Kota Gorontalo.

Saat kejadian, korban yang sementara mengendarai sepeda motor berboncengan dengan istri dan anak, tiba-tiba dipepet sepeda motor pelaku yang kemudian secara tiba-tiba pelaku membacok korban.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka bacokan di lengan kanan. Korban pun langsung dilarikan ke rumah sakit Otanaha untuk mendapatkan pertolongan pertama, sebelum kemudian dirujuk di rumah sakit Aloei Saboe.

Menerima informasi kejadian itu, Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Suka Irawanto bersama Tim Buser Rajawali langsung turun meninjau Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kapolres mengaku sudah menerima perintah dari Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Akhmad Wiyagus, agar membentuk tim khusus untuk mengejar pelaku.

“kami sudah menggali informasi dari saksi-saksi, dan ciri-ciri pelaku sudah kami kantongi dan tim yang sudah dibentuk dari Polres Gorontalo Kota dan Polda langsung melakukan pengejaran,” ujar AKBP Suka Irawanto.

Mantan Kapolres Bone Bolango ini menegaskan pihaknya akan bekerja cepat untuk menuntaskan kasus ini.

Sementara itu, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Gorontalo, Andri Arnold mengutuk keras aksi kekerasan terhadap wartawan, khususnya aksi pembacokan terhadap salah satu wartawan Gorontalo.

Andri minta aparat kepolisian secepatnya mengungkap kasus ini, apakah ada kaitannya dengan pemberitaan atau aktifitas korban.

Jika terbukti bahwa kasus ini ada kaitannya dengan aktivitas jurnalistik, maka selain undang-undang pidana, polisi juga harus menggunakan undang-undang pers untuk menambah sanksi kepada pelaku.

Andri juga meminta kepada semua pihak untuk menghormati kerja-kerja jurnalistik, karena jurnalis bekerja dibawah perlindungan hukum undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang pers, dimana kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara dan mendapatkan perlindungan hukum.

Terakhir, Andri meminta jika ada pihak yang merasa dirugikan dengan pemberitaan ataupun aktivitas jurnalistik, maka silahkan melapor ke Dewan Pers sesuai mekanisme sengketa pers. Dan jika masalahnya di luar kegiatan atau kerja-kerja jurnalistik, maka silahkan lapor ke penegak hukum. (gus)


Komentar