oleh

Politisi Demokrat Minta Aspirasi Reses Jangan Disia-siakan

-Kota Gorontalo1, Politik-182 Pengunjung
Mucksin Brekat

RadarGorontalo.com – Kunjungan demi kunjungan belum lama ini telah dilakukan seluruh anggota DPRD Kota Gorontalo di berbagai daerah. Baik itu terkait konsultasi pansus atas rancangan peraturan daerah (Ranperda), hingga masalah regulasi pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres) tahun 2019.

Akan tetapi, sudah menjadi kewajiban bagi wakil rakyat untuk terus bekerja. Tidak ada waktu istirahat, meski itu adalah sebuah reses. Iya, reses adalah sebuah kata yang mungkin asing bagi awam, namun bagi anggota DPRD reses adalah sesuatu yang ditunggu, yakni bertemu dengan masyarakat di daerah pemilihannya.

Yang hasilnya, akan laporankan kepada pimpinan. Tentu hal ini tidak lepas dari situasi dan kondisi serta beban kerja yang telah dilakukan. Beberapa waktu yang lalu, para anggota DPRD Kota Gorontalo, telah selesai melaksanakan masa resesnya. Namun ada satu hal menarik yang menjadi keluhan masyarakat dalam reses tersebut.

Salah satunya tentang rencana pembangunan baik melalui kelurahan, kecamatan, kota hingga provinsi, yang sering sia-sia. Betapa tidak, setiap tahun, apa yang direncanakan dan dicatat dalam draft ajuan yang merupakan representatif harapan masyarakat. Namun berulangkali realisasinya simpangsiur. Dalam artian, hanya sedikit yang terealisasi.

Bahkan mungkin dihilangkan begitu saja. Namun demikian, ada beberapa penjelasan yang disampaikan, anggota fraksi Demokrat terkait hal ini. “Jadi, apa yang tertera dalam ajuan data draft setiap kelurahan belum tentu terkabul semuanya, mengingat perembukan musrenbang juga bertahap.

Ada kriteria ajuan yang akan terpilah, mana yang prioritas maupun yang tidak masuk prioritas. Mungkin hanya satu dua saja yang bisa terealisir,” ungkap Mucksin Brekat. Dirinya beranggapan, bila warga Kota Gorontalo telah merasa dilayani dengan baik, maka partisipasi warga dalam berbagai program pembangunan pasti akan tetap tinggi.

“Harus ada terobosan yang harus kita lakukan. Terkadang kami merasa malu ketika harus hadir dalam kegiatan ini. Sistem ini harus kita rubah mulai saat ini,” pungkasnya. (rg-63)


Komentar