oleh

Pemkot Bakal Pidanakan Pengemis dan Pengamen, Simak Yuk Penjelasan Dinsos

Ilust by Anwart

RadarGorontalo.com – Keberadaan pengemis, anak jalanan, anak punk serta pengamen di Kota Gorontalo, saat ini sudah sangat meresahkan masyarakat. Baik mereka pengguna jalan, masyarakat yang berkatifitas di tepat ramai, seperti rumah makan dan kedai kopi.

Meski sudah dilarang oleh instansi terkait, namun mereka tidak jerah juga. Kepala Dinas Satpol PP Kota Gorontalo, Abubakar Luwiti mengingatkan kepada pengemis, pengamen, anak jalanan dan punk tidak lagi melakukan aktifitas yang bisa mengganggu ketertiban umum.

“Kalau masih ada kegiatan itu, maka akan diberikan sanksi tegas sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 1 tahun 2018 tentang ketertiban umum. Sanksinya bisa pidana kurungan badan selama tiga bulan dan denda Rp 5 Juta,” kata Luwiti.

Dia menjelaskan sebagai lembaga penegakan Perda, pihaknya siap menjalankan aturan yang sudah disahkan itu. Dimana masalah pengemis, pengamen dan sejenisnya itu diatur dalam pasal 23 yakni larangan mencari penghasilan dengan mengesmis, mengamen atau sejenisnya di jalan, serta dalam angkutan umum, rumah tempat tinggal, kantor dan tempat umum.

Bahkan melarang menghimpun pengemis, pengamen atau anak jalanan untuk dimanfaatkan dengan cara meminta, atau mengamen untuk ditarik penghasilannya.

“Sanksi awal yang akan diterapkan terhadap mereka adalah teguran secara lisan dan tertulis. Jika sanksi ringan ini masih saja tidak dipatuhi, maka kami siap mempidanakan mereka,” tegas Luwiti.

Sementara itu, Kadis Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Gorontalo, Nixon Rahman menjelaskan bahwa upaya yang dilakukan pihaknya sudah maksimal, mulai dari memberikan imbauan terhadap pengemis dan peminta-minta jalanan, sampai dengan anak punk.

Bahkan Dinsos turut melakukan operasi terhadap aktivitas pengemis dan lainnya. Namun sangat disayangkan, masih ada saja aktvitas pengemis dan peminta-minta di Kota Gorontalo.

“Pernah kami lakukan razia bersama Satpol PP dan sebagian dari mereka sudah kami pulangkan ke daerah asal. Dan perlu diketahui, pelaku ini bukan orang Kota Gorontalo, melainkan didominasi oleh pendatang,” tukasnya. (rg-62)


Komentar