oleh

Potensi Pariwisata Gorontalo Utara akan Diseminarkan di Bandung

RGOL.ID, GORONTALO – Potensi pariwisata di Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) akan diseminarkan di Bandung, Jawa Barat.

Potensi pariwisata ini rencananya akan dipaparkan pada seminar nasional yang akan dilaksanakan di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung.

Sebelumnya, lewat kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara (Pemkab Gorut) dan STP Bandung, telah diutus 5 mahasiswa semester 6 dari kampus tersebut untuk melakukan penelitian awal terkait potensi pariwisata yang ada di Kecamatan Sumalata dan Sumalata Timur.

Dan selama dua pekan melakukan penelitian, ke- 5 mahasiswa tersebut telah menyelesaikan tugas mereka. Selanjutnya, hasil penelitian ini akan dituangkan ke dalam dokumen sebagai bentuk rekomendasi perencanaan pembangunan dan pengembangan pariwisata di Kabupaten Gorontalo Utara, khususnya di dua kecamatan tersebut.

Dan Selasa (17/02/2020), setelah menyelesaikan tugas mereka dalam program penelitian terpadu, sebelum bertolak kembali ke Bandung, ke- 5 mahasiswa tersebut menemui pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, dalam hal ini Sekretaris Daerah (Sekda) Ridwan Yasin.

Tim mahasiswa yang didampingi unsur sekretariat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gorut melaporkan hasil penelitian dihadapan Sekda Ridwan Yasin.

“Saya kira ini baik. Dan tentu dokumen hasil penelitian nanti, bisa kami jadikan dasar untuk melakukan pengembangan pariwisata di Gorontalo Utara,” ujar Sekda Ridwan saat menerima tim mahasiswa dari STP Bandung, di ruang kerjanya.

Ditemui usai pertemuan, Sekda atas nama Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pihak STP Bandung, yang telah mengirimkan mahasiswanya melakukan penelitian di Kabupaten Gorontalo Utara.

“Satu hal yang bisa kami simpulkan atas hasil penelitian ini. Nantinya, ini dapat membantu kita (Pemda), melakukan pembangunan atau penataan destinasi wisata,” kata Ridwan.

Sekda mengatakan, pihaknya memahami, potensi pariwisata di Gorontalo Utara sudah cukup baik. Namun demikian, penataan dan pembangunannya belum tertata secara baik.

“Misalnya tadi disampaikan, dengan adanya dana desa, masyarakat khususnya pemerintah desa bergegas dan banyak yang tertarik mengembangkan pariwisata di wilayah masing-masing. Namun demikian, perencanaannya tidak matang atau tidak sesuai,” ujarnya.

“Dan ini biasanya yang tertarik hanya masyarakat lokal. Karena pembangunannya sudah menggunakan beton yang dicor. Harusnya, untuk menarik wisatawan mancanegara, adalah penataan yang alami,” sambungnya.

Hasil penelitian ini lanjut Ridwan akan menjadi pegangan bahwa untuk mengembangkan destinasi wisata tidak harus dibangun secara modern, tapi kondisi alamnya yang perlu dipertahankan.

“Nantinya, hasil selengkap dari hasil penelitian itu akan dipaparkan di Bandung dan kami pemerintah daerah tentu menunggu undangan itu,” pungkasnya. (ind-56)


Komentar