oleh

PPDP Bone Bolango Bertaruh Nyawa Menyeberangi Sungai Untuk Coklit Pemilih

RGOL.ID, GORONTALO – Petugas Pemutakhiran Daftar Pemilih (PPDP) untuk Pilkada Bone Bolango terus berjuang menyelesaikan tugas melakukan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) data warga yang punya hak pilih.

Tidak hanya dikejar waktu, PPDP juga rawan terinfeksi virus cavid-19, karena tugas mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Memang para petugas PPDP sudah dibekali dengan Alat Pelindung Diri (APD), namun mereka tetap selalu hati-hati dalam melakukan tugas di lapangan.

Meski demikian, pada kenyataannya, para petugas PPDP terus berupaya untuk menyelesaikan tugas-tugas mereka, meskipun nyawa taruhannya.

Seperti yang dilakukan PPDP atas nama Husnawaty Rauf bersama Pengawas Pemilihan Lapangan (PPL) Ika Djafar, yang harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai dengan arus yang deras, demi untuk menjaga hak pilih.

Tepatnya pada Senin (20/7/2020) lalu, Husnawaty Rauf dan Ika Djafar melakukan kegiatan coklik di Desa Meranti, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango.

Di Dusun 3, Husnawaty dan Ika berhasil mencoklik di 4 kepala keluarga dengan 9 pemilih.

Selanjutnya, Husnawaty dan Ika melanjutkan kegiatan coklik di Dusun 2 Desa Meranti, dan disinilah kedua petugas penyelenggara Pilkada ini harus menyeberangi Sungai Polangguwa dengan arus yang deras.

Demi menyelesaikan tugas dan tanggung jawab, Husnawaty dan Ika bertaruh nyawa menyeberangi Sungai Polangguwa untuk bisa sampai di rumah-rumah warga yang punya hak pilih.

Alhasil, di Dusun 2 itu, Husnawaty berhasil melakukan coklik di 3 kepala keluarga dengan 7 pemilih.

Data yang diperoleh Rakyat Gorontalo, di Desa Meranti hanya terdapat 1 TPS, sehingga hanya satu petugas PPDP di Desa tersebut yang mencoklik di 3 Dusun.

Selain di Desa Meranti, kejadian yang sama juga dialami PPDP Desa Langge, Trisna R. Basiru yang harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai untuk bisa mencoklit pemilih di Dusun 3. Trisna berhasil mencoklit di 15 kepala keluarga dengan 34 pemilih.

Husnawaty Rauf dan Trisna R. Basiru mengaku awalnya punya rasa khawatir untuk menyeberangi sungai.

Namun karena dorongan tugas dan tanggung jawab agar semua masyarakat wajib pilih bisa menyalurkan hak pilihnya, maka mereka nekat menyeberangi sungai dengan arus yang deras.

“alhamdulillah tidak terjadi apa-apa dan kami berhasil mencoklit warga disana yang punya hak pilih,” ujar mereka.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Bone Bolango, Adnan A. Berahim memberikan apresiasi kepada PPDP yang melaksanakan tugas penuh tanggung jawab, meskipun bertaruh nyawa, seperti PPDP yang bertugas di Desa Meranti.

“luar biasa, tentunya ini menjadi inspirasi dan contoh bagi penyelenggara lainnya,” ujarnya.

Adnan pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Husnawaty Rauf dan seluruh PPDP di Bone Bolango yang terus berusaha melaksanakan tugas dan menyelesaikan coklit sesuai waktu yang ditentukan.

“insyaAllah, saya yakin dan percaya dengan melihat semangat teman-teman PPDP ini, tentunya kegiatan coklit ini akan selesai sesuai waktu yang ada,” tutur Adnan. (awal-46)

Komentar