oleh

PPP Berbeda di Tangan Suharso

GORONTALO (RGOL.ID) – Setelah puluhan tahun, kini PPP tampil sebagai partai  moderen, dengan ilmu pengetahuan. Karena itu wajar kalau ada yang kaget dan merasa sangat terusik dengan apa yang dilakukan Suharso Monoarfa selama memimpin PPP.

Tetapi kata Ketua DPW PPP Provinsi Gorontalo Nelson Pomalingo, perubahan-perubahan yang dilakukan Suharso selama ini telah memberikan dampak positif dan itu mulai dirasakan semua daerah. “biasalah kalau ada ribut di tingkat DPP dan ribut-ribut seperti itu juga dialami banyak partai,” ungkapnya.

Lalu bagaimana dengan  PPP Gorontalo mengingat ada dua daerah yang bermasalah, Kota dan Pohuwato, Boalemo.

Seperti diketahui untuk Deprov ada persoalan antara Sri dengan Abdillah yang sesuai kesepakatan keduanya akan membagi masa jabatan di Deprov masing-masing setengah periode, namun kesepakatan itu tidak terjadi akibatnya penyelesaiannya diambil alih DPP PPP, hasilnya Sri diberhentikan dari jabatannya sebagai Ketua DPC PPP Pohuwato.

Jika Sri tidak lagi maju dengan PPP,  bukan tidak mungkin partai itu akan kehilangan 1 kursi dari Dapil Wilayah Barat.

Soal itu, Nelson masih optimis Sri masih akan maju dengan PPP, karena Sri tidak bisa hanya melihat sisa masa jabatan yang 2,5 tahun tetapi harus melihat yang 5 tahun.

Sebab kalau dia maju lagi pada 2024, maka peluangnya masih sangat besar sekali apalagi kalau tetap dengan PPP.

Tetapi kalau dengan partai lain, maka dia harus kerja berat dan peluangnya sangat kecil. Demikian pula dengan Kota Gorontalo, Nelson berusaha keras merawat keutuhan di tubuh DPC PPP Kota.

Bagaimanapun juga Rivai Bukusu adalah kekuatan PPP, hanya saja sebagai kader, Rivai harus memenuhi kewajiban kewajibannya sebagai kader dan juga sebagai Aleg.

Jika semua kewajiban itu dijalankan Ayi, maka Nelson menegaskan tidak ada kegaduhan di tubuh PPP Kota. (LaAwal-46)


Jangan Lewatkan

Komentar