oleh

PPP Kehilangan Indra Yasin, Golkar – Nasdem Berpeluang Sabet Dua Kursi

GORONTALO (RGOL.ID) – Golkar dan Nasdem sama-sama punya peluang meraih dua kursi di DPR RI, jika PPP tak menemukan pengganti sekelas almarhum Indra Yasin. Seperti diketahui, PPP memasang Bupati 2 periode itu sebagai Caleg DPR RI, dan peluang merebut 1 kursi dari 3 kursi jatah Gorontalo sudah terbuka lebar, tetapi Indra sudah dipanggil Yang Maha Kuasa.

Belum diketahui siapa yang akan dijagokan PPP menggantikan Indra, tetapi ada satu nama, dia adalah Hanna Hasanah, mantan Aleg DPD RI ini pada Pileg lalu menempati posisi keempat, tetapi kalau pada 2024 nanti, PPP kembali mencalonkannya, maka peluangnya untuk menang akan terbuka lebar, asalkan PPP benar-benar pasang badan untuk menenangkannya.

Jika bukan Hana, maka yang harus turun adalah Suharso Monoarfa. Memang banyak kader PPP di Gorontalo menginginkan agar Sumo maju dari Gorontalo untuk DPR RI.

Ini satu satunya cara untuk mengembalikan kursi yang pernah diraih PPP 20 tahun silam. Seperti  diketahui, pada Pileg pertama era reformasi, Suharso mempersembahkan 1 kursi dari Gorontalo untuk DPR RI, tetapi Suharso tak mau dua periode, dia kemudian mewariskan kursi itu pada AW Talib, mantan Sekkot ini juga hanya 1 periode, sayangnya pewaris berikutnya tidak bisa melanjutkan tradisi itu  sehingga 2 periode.

PPP puasa kursi untuk DPR RI. Sebenarnya 2024 nanti, PPP punya harapan besar bisa meraih 1 kursi dan harapan itu ada pada almarhum Indra Yasin.

Meski kehilangan andalannya di Pileg,   namun PPP tidak patah arang. “kita masih punya  banyak kader, termasuk saya sendiri siap bertarung untuk DPR RI,” kata Ketua DPC PPP Kabgor, Awaludin Pauweni. Wakil Ketua Deprov ini juga menyebut nama lainnya seperti AW Talib , Prof. Fory Naway, dan Syam T. Ase.

“kalau kader internal kita punya stok yang banyak,” katanya. Sementara soal Suharso, Awaludin mengatakan itu tergantung pada DPP. Memang dua dari tiga kursi jatah Goronlo untuk DPR RI bisa dipastikan akan diambil Golkar dan Nasdem, sedangkan kursi

ketiga bisa ke PPP, tetapi itu tadi, jika tak menemukan figur yang benar-benar kuat, maka bisa saja kursi itu akan kembali ke Gerindra atau direbut PDIP, karena PDIP juga mempersiapkan  calon yang mumpuni. (LaAwal-46)


Komentar