oleh

Prodi Hukum, Mahasiswa Fleksibel dan Punya Wawasan Luas

-Pendidikan-334 Pengunjung

“Ilmu hukum merupakan mata pelajaran yang berpusat pada praktek hukum. Ilmu Hukum sendiri mencakup bidang yang luas seperti hak asasi manusia, hukum kepemilikan sampai hukum perdagangan. Jadwal kuliah di jurusan ini termasuk padat.

Selain mempelajari banyak teori dan studi kasus di dalam kelas kuliah, para mahasiswa juga harus sering menghadiri diskusi tentang cara menerapkan studi kasus ke dalam praktek hukum sehari-hari”.

KAMPUS (RGOL.ID) – Berbagai stereotype yang beredar mengenai program studi (Prodi) hukum ini terkadang ada benarnya, tetapi lebih banyak ketidakbenarnya. Salah satu stereotype yang beredar bisa saja seperti bahwa lulusan hukum sudah pasti akan menjadi pengacara.

No! tidak semua lulusan hukum harus menjadi pengacara kok. Kemampuan berpikir, menganalisis, menulis dan problem solving akan sangat diasah di program studi ini, sehingga bisa diaplikasikan ke profesi lainnya.

Lihat saja Najwa Shihab, jurnalis cantik ini dulunya mahasiswa hukum. Prodi ini sangat fleksibel, kamu bisa berkarier di dunia kreatif, human resource dan sebagainya.

Stereotype lainnya, anak hukum harus hafal undang-undang. Tidak wajib dan jangan dihapal, tapi dimengerti.

Kalau mengerti, kamu tidak akan lupa. Kamu masih perlu menganalisis, membandingkan dengan undang-undang lainnya, dan menarik kesimpulan.

Selanjutnya, pengacara itu membela orang yang salah. Dalam hukum, seseorang tidak dipandang bersalah sampai divonis bersalah.

Intinya, mereka tidak secara langsung membela seseorang yang dianggap bersalah, tapi membela hukum. Misalnya, ada tersangka korupsi, lalu diproses.

Nah, tugas pengacara bukan membebaskan si tersangka, tapi mengusahakan agar tersangka tidak dihukum melebihi kesalahannya.

Prodi hukum harus jago public speaking. Point ini tidak menjadi kewajiban yang harus dimiliki.

Skill yang dimiliki sebaiknya lebih ke berfikir strategis, analisis data, olah sumber informasi, mengemukakan hal yang terjadi, kemudian mencari solusi. Jadi hal-hal itu lebih penting daripada ‘jago bicara’.


Komentar