oleh

Pulau Terpencil Ini Menjadi Tempat Persembunyian Narkoba Dari Malaysia

-Gorontalo, Hukum & Kriminal-178 Pengunjung

 RGOL.com – Jajaran Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri membongkar jaringan penyelundupan sabu-sabu yang berasal dari Malaysia. Dalam pengungkapan ini, petugas berhasil mengamankan sabu-sabu sebanyak 63 kilogram.

Dirtipidnarkoba Bareskrim Brigjen Eko Daniyanto mengatakan, dalam melakukan aksinya, pelaku memanfaatkan pulau terpencil tak berpenghuni di Kepulauan Riau untuk menyembunyikan narkoba.

“Pulau itu bernama Alang Bakau. Pengungkapan ini kami lakukan pada 1 Juni lalu.

Total ada dua tersangka yang kami tangkap dalam jaringan ini,” kata Eko di Bareskrim Polri, Selasa (18/6/2019).

Jenderal bintang satu ini menuturkan, pengungkapan bermula ketika dari kegiatan penangkapan yang dilakukan Bareskrim Polri di Jalan Wan Amir, Kotamadya Dumai, Riau pada Jumat (10/5/2019),

“Saat itu penangkapan dipimpin AKBP Alamsyah Pelupessy. Tersangka yang berhasil diamankan bernama Nasril dengan barang bukti delapan kilogram sabu-sabu dan 20 ribu butir ekstasi,” ucap Eko.

Nasril mengaku mendapatkan sabu tersebut dari seseorang, yang disebut polisi Mr X.

Masih pengakuan Nasril, delapan kilogram sabu-sabu tersebut disimpan Mr X di sebuah pos ronda.

“Kegiatan penangkapan dilanjutkan dengan menggeledah rumah Nasril di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai Pesisir, Riau dan menemukan satu kilogram (sabu-sabu) lagi,” kata Eko.

Kemudian dilakukan pengembangan pada 1 Juni Bareskrim mendapat informasi di Pulau Alang Bakau, Desa Dendon, Kecamatan Mantang, Kabupaten Bintang, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, ada penyelundupan narkoba.

Polisi pun langsung melakukan penindakan.

Mendapat informasi tersebut, kata Eko, anggotanya lalu melakukan penyelidikan dan mendapati adanya seseorang yang dicurigai mengendalikan peredaran narkoba dari Pulau Alang Bakau.

Setelah berhasil melacak target operasi, polisi menangkap seseorang berinisial IN.

“Dari pemeriksaan, tersangka mengaku mengambil sabu-sabu dari seseorang bernama Dullah, yang berada di Malaysia.

Saat ini Dullah masih menjadi DPO. Tim lalu pergi bersama tersangka ke Pulau Alang Bakau, tempat disimpannya narkoba ini, dengan speedboat,” kata Eko.

Eko menyampaikan, di lokasi tersebut polisi menemukan dua tas hitam besar berisi 54 bungkus kemasan teh.

54 bungkus teh tersebut masing-masing berisi satu kilogram sabu-sabu.

“Tasnya dikubur dan diberi tanda seperti ditancapkan kayu. Tersangka diberi upah Rp 40 juta sekali jalan dari Johor, Malaysia, ke Pulau Alang Bakau.

Tim berhasil mengamankan 54 kilogram sabu di Pulau Alang Bakau,” ujarnya.

Untuk kedua tersangka, polisi menjeratnya dengan Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup dan denda paling banyak Rp 8 miliar.(JPG)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.