Sejumlah barang bukti berupa uang tunai dan buku rekapan yang disita petugas tim saber Pungli Dirreskrim Khusus Polda Gorontalo.

RadarGorontalo.com – Praktek yang sudah berlangsung lama, akhirnya terbongkar juga. Dengan dalih untuk biaya pemeliharaan dermaga, sopir truk yang menggunakan jasa penyebrangan, dipungut bayaran diluar ketentuan yang berlaku. Tidak tangung-tanggung, satu orang oknum honorer diciduk dalam operasi tangkap tangan, Tim Saber Pungli Dirreskrim Khusus Polda Gorontalo, Rabu (21/12).

Oknum honorer yang ditangkap itu berinsial AA alias Dul. Statusnya sebagai honorer di instansi Perhubungan. Dan sudah ditetapkank sebagai tersangka. Dalam OTT itu, ikut diamankan sejumlah barang bukti diantaranya, uang tunai Rp 65 Ribu dengan pecahan Rp 20 ribu sampai Rp 5 ribu. Serta satu buah buku rekapan pungutan sejak Bulan Januari hingga Desember dengan total pungutan sebanyak Rp 36.690.000.

Kata Irwasda Polda Gorontalo Kombes Pol Agus Supriyanto SIK, modus operandi yang dilakukan tersangka yakni meminta jasa pemeliharaan dermaga pada supir truk yang naik dan turun dari kapal melalui penyeberangan barang Gorontalo. Dengan patokan harga yang telah disesuaikan dengan jenis kendaraan, yang menyeberangi lokasi tersebut. Yakni Rp 10.000 untuk kendaraan golongan V, atau mobil truk dengan panjang 1 sampai 5 m, dan Rp 20.000 untuk kendaraan golongan VI, atau mobil truk dengan panjang 1 sampai 7 m. “Padahal sesuai Peraturan Pemerintah No 15 Tahun 2016, tentag jenis dan tarif yang berhak diberikan supir truk tersebut. Yang berlaku pada Kementerian Perhubungan pada Poin 3, jasa pemeliharaan dermaga pada kendaraan golongan V, perunit Rp 1.500. Dan untuk kendaraan golongan VI perunitnya Rp 2.000. Namun fakta dilapangan yang ditemukan anggota kami, ada dugaan penyalahgunaan kekuasaan memaksa orang lain memberikan uang di pelabuhan penyeberangan Gorontalo,” ujar Agus.

Dan untuk menindaklanjuti kasus operasi tangkap tangan tersebut, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan dua orang saksi tidak lain adalah supir truk yang turun dari kapal mulai pelabuhan penyeberangan Gorontalo. Berdasarkan surat perintah penggeledahan Nomor : Sprin.Dah/06/XII/2016, pihaknya telah melakukan penggeledahan di kantor UPT Pelabuhan Penyerberangan Gorontalo, sekaligus telah melakukan pemeriksaan terhadap bendahara penerima. “Pasal yang kami terapkan, Pasal 12 huruf (e) Jo Pasal 12A undang-undang No. 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana diubah dengan undang-undang No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang Nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) KUH Pidana,” tutup Agus. (rg-62)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.