oleh

Rachmat Harus Jadi Godfather Gorontalo

-Gorontalo-413 Pengunjung

Gorontalo (RGOL) – Rachmat Gobel tak perlu jadi Gubernur untuk melaksanakan ide dan gagasannya membangun Gorontalo, dia lebih terhormat  jadi Good Father yang  menyatukan seluruh kepala daerah dalam sebuah kerja besar.

Caranya cari figur-figur yang tepat untuk dijagokan pada Pilgub, Pilwako dan Pilbup. Politik itu kompromi, semua bisa diatur. Sayang sekali tokoh sekelas Rachmat mau maju di Pilgub, masak dia mau bersaing dengan tokoh-tokoh lokal.

Ini hasil diskusi lepas di Dekab Bonebol kemarin, menurut sejumlah tokoh politik, Rachmat bisa mengandalkan beberapa nama, misalnya Hamim, Marten, Nelson.

Dipasangkan saja diantara mereka bertiga ini, terserah Rachmat mau memasangkan siapa dengan siapa, itu ditingkat Pilgub, sementara di Bonebol ada Merlan Uloli, di Gorut ada Roni Imran, di Boalemo ada Rum Pagau, di Kabgor ada Sofyan Puhi atau Rahmiyati Yahya, dan di Kota ada Lola Junus.

Mereka-mereka ini tinggal dicarikan pasangan yang kuat. Misalnya di Gorut, Roni bisa dipasangkan dengan Kader Golkar atau PDIP, sementara di Boalemo bisa dengan PDIP atau Demokrat, di Kabgor bisa Koalisi antara Nasdem dengan PPP, begitu juga di Kota, bisa dengan Golkar dan PPP.

Hamin sendiri tak banyak berkomentar soal itu. Dia lebih banyak tersenyum dan sesekali memperbaiki kopiahnya. Orang Presnas memang sangat suka komposisi ini dan mereka berjanji akan mengawal pemerintahan ini.

Mereka juga yakin Gorontalo menyatu dalam suasana yang sejuk dan familier. Kakak Rachmat harus jadi Kakak kita semua, begitu harapan para tokoh politik yang kemarin terlibat dalam pembicaraan soal suksesi dan kepemimpinan Gorontalo dan juga nasional.

Tahun 2024 – 2029, kader Gorontalo harus tetap ada dijajaran kabinet maupun di tingkat pimpinan DPR RI, Rachmat Gobel adalah harapan. Apalagi sekarang ini Rachmat masuk dalam jajaran calon Wapres. Bayangkan kalau beliau jadi Wapres, bisa dipastikan Gorontalo akan keluar dari 5 besar daerah miskin. (awal)


Komentar