oleh

Roem Kono : Jokowi Lanjutkan Tradisi Presiden ke Gorontalo

-Gorontalo, Nasional, news-194 Pengunjung
Drs Roem Kono, bersama Gubernur Rusli Habibie, mendampingi Mentan Andi Amran Sulaiman meninjau lokasi panen raya jagung di desa Botuwumbato Kabupaten Gorut Kamis (28/02)

RadarGorontalo.com – Presiden pertama Republik Indonesia. Sekaligus pendiri bangsa ini, mantan Presiden Soekarno, dua kali ke Gorontalo. Tahun 1950 dan tahun 1956.

Padahal Gorontalo bukanlah sebuah provinsi saat itu, hanyalah sebuah daerah bagian dari Sulut,tapi dimata Soekarno, Gorontalo merupakan daerah penting, yang harus didatangi, hingga 2 kali dalam selang 6 tahun.

Kunjungan presiden saat itu, konon ingin melihat dan mendengar langsung, apakah Gorontalo tetap setia pada NKRI. “ Sejarah mencatat. Kepala negara selalu perhatian dengan Gorontalo.

Presiden pertama Indonesia Soekarno punya jejak nyata di Gorontalo, demikian juga presiden Soeharto-BJ Habibie, Gus-Dur, Megawaty Soekarno Putri, Soesilo Bambang Yudhouyono.

Hingga presiden sekarang ini Joko Widodo kini hadir kembali di Gorontalo,” ujar Wakil Ketua Komisi IV Drs Roem Kono saat mendampingi menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat meninjau persiapan lokasi panen raya jagung yang rencana akan dilakukan oleh Presiden Jokowi bersama petani dan rakyat Gorontalo di desa Botuwumbato Kabupaten Gorontalo Utara, Kamis (28/02).

Katanya, kedatangan presiden Jokowi, bukan saja mengecek kesetiaan Gorontalo terhadai NKRI. Karena NKRI itu sudah harga mati bagi seluruh rakyat Gorontalo.

Presiden Jokowi datang untuk melihat, apakah Gorontalo masyarakatnya menikmati pembangunan, Apakah pertaniannya maju ? Itulah saya kira tujuan kedatangan orang nomor satu di Indonesia, ujar Roem Kono.

Masyarakat Gorontalo harus bangga, karena tradisi presiden datang ke Gorontalo terus terjaga. Sehingga itu ia mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut presiden Republik Indonesia ini, memanfaatkan untuk berdialog, dan tentunya menyampaikan harapan harapan ke depan, untuk kemajuan Gorontalo khususnya.

“Tadi pak menteri, sudah berpesan kepada aparat kemananan, khususnya jajaran pengaman presiden agar tidak terlalu ketat terhadap masyarakat yang ingin hadir di lokasi panen jagung di desa Botuwumbato.

Bahkan pak menteri meminta, agar masyarakat diberi akses tanpa harus ada tanda pengenal. Seluruh masyarakat bisa masuk mau 15 ribu atau 30 ribu masyarakat, silahkan datang.

Pak Jokowi senang jika dihadiri petani dan keluarga serta masyarakat lainnya,’ ujar Roem Kono mengutip apa yang ditegaskan oleh Mentan. Seperti direncanakan.

Presiden Joko Widodo, nantinya Jumat (1/3) pagi ini akan melakukan panen raya jagung di lahan kurang lebih 5500 hektar di desa Botuwumbato. Selanjutnya akan setelah shalat Jumat akan melaksanakan kegiatan lainnya di Kota Gorontalo. (rg-20)


Komentar