oleh

RS Ainun Penting Untuk Gorontalo, PAD RSAS Capai RP105 Miliar

-rgol.id-236 Pengunjung

GORONTALO (RAGORO) – Ini instruksi Walikota yang harus dilakukan Rumah Sakit Aloe Saboe (RSAS) terkait dengan penanganan pasien, yakni utamakan tindakan kemamusiaan baru administrasi. Itu artinya, setiap ada pasien gawat harus segera ditangani lebih dulu, soal administrasi nanti menyusul.

Biasanya di banyak rumah sakit, selalu yang pertama dilalukan adalah tindakan administrasi. Ini yang sering diributkan keluarga pasien. Memang RSAS mengutamakan bisnis, tetapi faktor sosial tetap ada, maka RSAS menggunakan RBA, Rencana Bisnis Anggaran.

Menurut Walikota, pengelolaan RSAS menggunakan sistem Blud, artinya pihak rumah sakit boleh langsung menggunakan dananya tanpa terlebih dahulu stor ke Kas daerah. Ditanya berapa penghasilan RSAS, Walikota mengatakan sangat besar, karena penyumbang APBD terbesar adalah RSAS. “tahun lalu kita targetkan Rp105 miliar, dan untuk tahun 2019 ini Rp110 miliar.

“kita mulai dari Rp60 miliar dan sekarang Rp105 miliar,” katanya. Walikota juga mengatakan sekarang tidak ada lagi subsidi dari Pemkot, kecuali gaji semua pegawai rumah sakit yang PNS tetap dari Pemkot. Dari pengalaman di RSAS ini, Marten sangat yakin pembangunan Rumah Sakit Ainun tak akan membebani APBD. Menurut dia lagi, Rumah Sakit Ainun akan sangat dibutuhkan rakyat karena ada 3 penyakit yang ditangani, yakni Mata, Jantung dan Ginjal.

Lagi pula pengelolaan rumah sakit ini mulai dari SDM sampai Alkes semuanya ditangani oleh pihak pengusaha dan setelah 20 tahun rumah sakit ini akan jadi milik Pemprov. “saya yakin RSAS ini tidak akan membebani APBD, lagian ini bukan barang mati,” katanya. Jadi kata Marten, kehadiran Rumah Sakit ini sangat penting untuk Gorontalo. (wal-46)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.