oleh

Rusli Beri Sejumlah Masukan Untuk Pelayanan Di RS Khusus Ginjal Bandung

-PROV. GORONTALO-200 Pengunjung

Bandung (RGOL) – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menghadiri diskusi yang membahas tentang  Pelayanan Hemodialisis di RS Khusus Ginjal Ny. RA. Habibie,  Bandung, Jawa Barat, Jumat (27/8/2021).

Dalam penyampaiannya, Rusli mengaku mengetahui sejarah berdirinya RS Khusus Ginjal Ny. RA. Habibie yang sebelumnya ngontrak disebuah rumah dijalan Aceh. “Alhamdulillah, dengan ketulusan hati ibu Sri (Sri Soedarsono) untuk membantu masyarakat kurang mampu, maka beliau hingga kini dalam keadaan sehat walafiat, “ujar Rusli.

Lebih lanjut dikatakan, pada kunjungannya ke Bandung belum lama ini,  Sri Soedarso menanyakan tentang perkembangan RS Ainun Habibie di Gorontalo yang diketahuinya cukup besar dan banyak yang berobat, termasuk pasien ginjal.

“Jadi saya punya niat yang baik untuk menggunakan RS Ainun Habibie. Saya menyumbang klinik ginjal disana (Gorontalo) yang merupakan bagian RS Ainun dan saya BUMD kan. Sudah jalan 7 tahun dan naik peringkat Rumah Sakit Tipe C, “ katanya.

Keinginan Rusli untuk memajukan Rumah Sakit Ainun mendorongnya untuk mengirim banyak anak-anak muda mahasiswa yang berpotensi untuk diberi beasiswa kedokteran. Anggarannya mencapai 500 juta untuk dokter spesialis dan umum. Dengan niat baiknya Sri Soedarsono, maka Rusli berupaya menyiapkan SDM dan alat-alat khusus lainnya dan  disanggupi.

Katanya, Ainun Habibie sangat konsen dan hal itu menjadi komitmen bersama dengan Sri Soedarsono yakni menjadikan RS Ainun untuk menolong masyarakat dari berbagai golongan, termasuk  yang kurang mampu.

“Dirumah sakit kami RS Ainun Habibie juga ada klinik khusus mata. Klinik mata itu kami sendirikan, pisahkan. Sebulan itu  20 hingga 30 Pasien. Pasiennya ditampung dengan biaya gratis, entah menggunakan BPJS dan lainnya. KTP pun bisa, asalkan KTP Gorontalo, “ pungkas Rusli.

Diketahui, pada tanggal 8 Agustus 1988 didirikan Klinik  Ginjal Bandung (KGB). Berdirinya klinik tersebut sebagai bentuk keprihatinan karena banyaknya pasien Gagal Ginjal Terminal (GGT) tanpa melalui perawatan atau pelayanan “hemodialis”. Hal itu akibat mahalnya biaya dan kurangnya pengetahuan masyarakat. (mawar)


Komentar