oleh

Salut Buat Pak Walikota

-Gorontalo, Kota Gorontalo1-123 Pengunjung
Ilustrasi : Anwar/RG
Ilustrasi : Anwar/RG

GORONTALO (RADAR) – Ada yang berbeda yang dilakukan Walikota Marten Taha saat peringatan hari pendidikan nasional (Hardiknas) 2 Mei kemarin. Tak hanya memperingatinya dengan gaya berbeda, aksi Marten yang memberikan apresiasi besar kepada profesi guru, membuat kagum Profesor. Sarson Pomalato.

Menurutnya peringatan Hardiknas tahun ini di Kota Gorontalo, benar-benar kental dengan nuansa pendidikan. Salah satunya, sikap Walikota yang menghibahkan gajinya sebulan untuk gurunya. “Ini yang membuat saya kaget. Memang jumlahnya kecil, jika dibandingkan dengan jumlah guru yang dibantu. Tetapi semangatnya itu yang saya lihat. Tidak banyak pemimpin seperti pak Marten. Dan khusus guru-guru, ini menjadi suatu kebanggaan tersendiri,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Prof. Sarson juga mengaku kagum saat melihat Walikota turun mengajar di sekolah. Memang, siapapun bisa menjadi tenaga pendidik. Namun, apa yang dilakukan Walikota Marten Taha, bisa memberi inspirasi bagi masyarakat umum. “Saya sendiri sebagai guru, tersentuh jiwa guru saya melihat Walikota mengajar,” timpalnya lagi.

Tahun 2016 ini, Walikota Marten Taha bakal melanjutkan program di Kota Gorontalo untuk Walikota mengajar. Ini adalah salah satu poin untuk menggugah guru-guru. Dan jujur saja, kata Sarson, tak banyak pemimpin yang mau jadi teladan. “Saya tida ba koprol sama pak Wali. Malahan kalau memang buruk saya kritik, tapi ini benar-benar murni yang saya liat dari keinginan Walikota yang mau mendorong semangat guru-guru dalam mencerdaskan anak bangsa,” ungkap Sarson.

Namun yang terpenting bukan persoalan mengajarnya, tetapi keteladan Walikota mencintai profesi guru. Karena sesungguhnya hakekatnya masyarakat itu adalah pendidik. Nah, kalau Walikotanya seperti ini, bagaimana dengan bawahannya. “Dulu saya dan pak Marten ini tidak sepaham, tetapi melihat langkah-langkah beliau dalam memanaj kota ini, yang dulunya saya merasa skeptis, namun oleh karena sifat objektif kami sebagai ilmuan, dengan hal-hal konkrit yang dibuatnya, saya rasa kota ini akan menjadi sangat baik,” ujar Sarson. “Karena ini bukan ba koprol, terus terang saja telah banyak prestasi kota yang tidak perlu dijelaskan lagi panjang lebar. Saya tidak inigin menjadi kepala dinas dan lain-lain, namun inilah pandangan dari kacamata saya. Yang tidak harus dibenarkan oleh masyarakat seutuhnya,” tutupnya. (rg-63)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.