Sang Sultan Telah Mangkat

Medi Botutihe
Medi Botutihe

RadarGorontalo.com – Medi Botutihe telah berpulang ke rahmatullah, Minggu (18/9) malam. Duka mendalam dirasakan tak cuma keluarga, tapi juga warga Gorontalo. Semasa hidupnya, Almarhum dikenal sebagai sosok yang tegas tapi sekaligus bersajaha. Medy Botutihe, memang layak menjadi panutan. Dalam pekerjaan, beliau adalah satu-satunya walikota yang memimpin Kota Gorontalo selama dua periode. Sebagai Ayah, Medi berhasil membimbing tujuh orang anaknya meraih sukses.

Medi Botutihe memang bukan orang sembarangan. Konon beliau adalah keturunan dari Sultan Botutihe. Tak ayal, semasa menjabat, banyak yang memanggilnya dengan sebutan Sultan. Jauh sebelum menghembuskan nafas terakhir, Alhamarhum sudah menyiapkan kuburannya. Bahkan dulu kepada kri senior Radar Gorontao, Medi pernah berucap, kalau salah satu kamar mandi dikediamannya, sengaja didesain khusus untuk memandikan jasadnya saat meninggal nanti.

Minggu (18/9) malam, sekitar pukul 20.30 Wita, tersiar kabar Medi Botutihe telah meninggal dunia. Kabar inipun cukup menghentak, ditengah hiruk pikuk pesta politik. Tak ada firasat apapun sebelumnya. Apalagi almarhum baru saja merayakan ulang tahunnya ke 75.

Istri almarhum Ibu Khadijah Suratinojo pun mengungkapkan kesedihannya yang mendalam. Ditemui dirumah duka Jalan Cendana, Khadijah menuturkan, Kamis (15/9) sore sekitar pukul 16.00 Wita . Alm DR Medi Botutihe berkumpul bersama istri dan anak-anaknya untuk membahas rencana keberangkatan check up kesehatan almarhum di Malaysia. Kala itu, Almarhum justru dalam kondisi sehat. ” Saat itu tidak ada tanda-tanda akan jatuh sakit, bahkan saat ditanya kesiapannya berangkat ke Penang bapak setuju,” ujar Khadijah.

Minggu (18/9) Sore, Khadijah dan Almarhum beraktifitas seperti biasa. Namun pada malam hari, tiba-tiba almarhum jatuh sakit, dan langsung dilarikan ke rumah sakit Aloei Saboe. Rupanya itu sudah pertanda. Sekitar pukul 20.30 Wita, Almarhum DR Medi Botutihe menghembuskan nafas terakhirnya. Keluarga pun ikhlas dengan kepergian, salah satu Putra terbaik Gorontalo itu.

Ada yang menarik… rupanya, jauh sebelum ini, Almarhum sudah menyiapkan lokasi kuburannya nanti. Tepat saat Alm Ibu Tien Suharto wafat dan dikebumikan di tempat pemakaman Giribangun, April 1996 silam. “Kalau milik keluarga Pak Harto bangunannya bagus, kalau yang dipersiapkan suami saya hanya lokasi pekuburan keluarga yang sederhana,” ujar Khadijah yang menambahkan, rencananya jasad sang suami almarhum DR Medi Botutihe akan dikebumikan usai shalat Dhuhur, karena masih melalui prosesi adat, dan selanjutnya akan dimakamkan di lokasi pemakaman keluarga di Kampung Jawa – Yosonegoro pada hari ini.

Sekilas, tentang Almarhum DR. Medi Botutihe. Beliau 11 September 1941 di Gorontalo, selain menyelesaikan pendidikan di Universitas Sam Ratulangi dan Universitas Hasanudin, Alm DR Medi Botutihe merupakan lulusan Pasca Sarjana Regional Planing Fakultas Ilmu Sosial Universitas Jakarta, Institute Of Social Studies Den Haag Tahun 1979. Dan pada tahun 1981-1982 menyelesaikan pendidikan pada Weest Rammes Economica Studies Biro, Brugee-Belgia.

Selama berkarir di birokrasi, Alm Medi Botutihe banyak memegang jabatan penting. Diantaranya yakni, Kabag Ekonomi Pemkab Gorontalo tahun 1969,Wakil Direktur BUMD Pemkab Gorontalo tahun 1970, Dirut Utama BUMD Pemkab Gorontalo tahun 1972, Kepala Sekretariat Koordinasi Pembangunan Daerah tahun 1973,Kepala Subdit Pembangunan Pemkab Gorontalo Tahun 1974,Ketua Bappeda Tahun 1983, Kepala Bappeda merangkap Kabag Pembangunan Pemkab Gorontalo Tahun 1983-1986, Kepala Biro Ekonomi Kantor Gubernur Sulut Tahun 1989-1990, Sekda Kabupaten Gorontalo 1990-1998, Walikota Gorontalo 1998-2003 dan terakhir menjabat Walikota Gorontalo 2003-2007.

Selama karirnya juga Alm DR Medi Botutihe menerima beberapa penghargaan, diantaranya Satya Lencana Sapta Marga,Satya Lencana Karya Satya dari Presiden RI dan Penghargaan gelar Doktor Honoris Causa dari American Global University Tahun 2000. DR Medi Botutihe juga dikenal sebagai tokoh adat, bahkan putra terbaik daerah ini dianugerahi gelar adat ” Taua Lo Linggua “, salah satu ungkapan bijak Alm DR Medi Botutihe yang terkenal yakni ” Seorang Pemimpin Harus ” Moodelo, Bukan Hemo Delo-delo”. (Spandi/rg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.