oleh

Sehari, Polresta Terima Dua Laporan Kasus Pencabulan

GORONTALO (RadarGorontalo.com) – Kasus pencabulan yang belakangan marak terjadi di wilayah Kota Gorontalo, patut menjadi perhatian bagi aparat penegak hukum, pemerintah dan khususnya orang tua. Paling tidak, perlu ada upaya-upaya konkrit yang perlu dilakukan untuk mencegah kasus tersebut.

Baru pada beberap hari lalu Polres Gorontalo Kota menerima laporan kasus pencabulan yang dilakukan oknum pengemudi bentor, terhadap dua bocah berusia 6 Tahun. Dan pada Selasa (24/05), kembali Polres Gorontalo Kota menerima laporan dua kasus yang sama, dengan korban yang berbeda yang terjadi di lokasi yang berbeda.

Rentetan kasus ini diantaranya, pencabulan yang dilakukan US alias Man warga Kelurahan Ipilo, yang berprofesi sebagai pengemudi Bentor, berusia 48 Tahun. korban korbannya sebut saja Cinta (nama samaran, red), bocah yang baru berusia 8 tahun, yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD). Sedangkan korban lainnya dalam kasus yang sama tersebut, sebut saja Melati, gadis yang baru berusia 14 tahun warga di kota Gorontalo menjadi korban pencabulan. Mirisnya lagi, korban kini dinyatakan hingga hamil. Ini dilakukan oknum MP alias Mel, lelaki pengangguran berusia 22 Tahun.

Dari data laporan yang diterima penyidik unit PPA Mapolres Gorontalo Kota, kasus pencabulan yang dilakukan Man, terkuak ketika korban mengadu pada kedua orang tuanya, soal rasa sakit dibagian selangkangan. Berdasarkan pengakuan Cinta kepada kedua orang tuanya, korban pun menjelaskan secara detail, apa yang sebelumnya dialaminya hingga membuat ia merasa kesakitan. Bahkan korban mengatakan, hal bejat yang dilakukan Man tersebut sudah berulang-ulang kali dilakuan, di dua tempat yang berbeda yakni rumah dan di bentor milik Man.

Begitu mendengarkan pengakuan korban, kedua orang tuanya langsung melapor ke Mapolres Gorontalo Kota, dan melaporkan kejadian itu pada pihak PPA Mapolres Gorontalo Kota. Usai melakukan BAP terhadap orang tua korban, korban yang menjadi saksi pada kejadian itu, langsung divisum. Sedangkan pelaku sendiri, saat ini tengah dalam pengejaran dan pencarian oleh tim buser Mapolres Gorontalo Kota.

Lain halnya dengan kasus pencabulan yang dialami Melati, gadis 14 tahun. Lasus tersebut terungkap ketika orang tua korban mengetahui korban sudah tidak lagi mengalami menstruasi, dan ternyata tengah dalam keadaan hamil. Dari pengakuan korban pada orang tuanya, aksi bejat yang dilakukan Mel terhadap korban, sudah sejak Maret lalu. Mengetahui hal itu, orang tua korban langsung melapor ke Mapolres Gorontalo Kota.

Kapolres Gorontalo Kota AKBP Rony Yulianto, SH. SIK. mengatakan, pihaknya akan mendalami kasus ini, dan memproses pelakunya sesuai dengan hukum yang berlaku. “Saya suda perintahkan tim buser untuk melakukan pengejaran dan pencarian terhadap dua pelaku pencabulan tersebut. Dan saya berharap, orang tua yang memiliki anak perempuan, agar melakukan pengawasan lebih ketat terhadap anak,” tukasnya. (RG-62)


Jangan Lewatkan

Komentar