Sehari Produksi Ratusan Kg, 4 Pabrik Mie Borax Terbongkar

Sejumlah barang bukti yang berhasil disita tim terpadu operasi OPSON.

RadarGorontalo.com – BPOM Gorontalo, Kamis (22/03) berhasil membongkar 4 pabrik pembuatan mie mengandung zat kimia berbahaya berupa borax. Tak tanggung-tanggung, dalam sehari satu pabrik bisa memproduksi sampai 25 kg, artinya jika 4 pabrik ada 100 kg mie mengandung borax yang beredar. Dan ini sudah beroperasi selama 10 tahun.

Sebanyak 680 kg mie basah siap jual dan 58 mesin produksi, juga barang bukti lainnya, berhasil disita tim terpadu operasi OPSON ini dari empat pabrik berbeda yang keempatnya terletak di Telaga, Kabupaten Gorontalo. Pemilik pabrik mie ini, berinsial WA, BH, AM dan ASM. “Ada 58 alat produksi mie senilai Rp. 89.780.000, serta bahan Berbahaya berupa borax 50 kg senilai Rp. 500.000,” ujar Kepala BPOM Gorontalo Yudi Noviandi.

Dari keempat orang ini terungkap, aksi mereka itu sudah dilakoni sekitar 10 tahun. Dalam sehari, untuk satu pabrik saja, mereka mengaku bisa memproduksi 20 sampai 25 kg mie basah mengandung borax. Artinya dalam empat pabrik, ada 100 mie borax yang dijual ke pasar-pasar tradisional yang ada di Kabupaten dan Kota Gorontalo. “Sering kali dibeli oleh para pemilik usaha mie gerobak. Dalam sehari biasa memproduksi mie berkisar 20 – 25 kilogram, tergantung dari banyaknya pesanan mie dari pelanggan,” ungkap WA salah seorang pelaku.

Dari pengakuan keempat pengusaha mie borax ini, bahan baku borax yang dicampurkan ke dalam mie itu, didapat dari Toko bangunan bernama SB yang dimiliki oleh pria berinsial FR. Saat didatangi petugas gabungan, FR sempat membantah, namun akhirnya bantahannya dimentahkan saat petugas mendapati 3 karung borax yang disimpan di gudangnya. “Saya sudah lama tidak jual lagi barang itu pak, karena saya tau akan dirazia,” terang FR. Meski sudah mengakui, dan sempat mengelak ketika ditanyai petugas. Lagi-lagi FR ditemukan petugas, tak memiliki izin jual Bahan Berhaya (B2) itu, dari instansi terkait. “Kami akan menindak lanjuti legalitas pemilik toko bangunan itu, menjual B2,” tegas Kepala BPOM Gorontalo, Yudi Noviandi.

Konsumsi Borax Bisa Berakibat Kematian

Dikutip dari berbagai sumber, Borax sejatinya digunakan untuk industry manufaktur hingga pertanian. Borax digunakan sebagai bahan baku deterjen, kosmetik, enamel atau email pada kawat konduktor, enamel untuk glasur keramik, bahan baku untuk fiber glass, flux untuk metalurgi, pupuk, bahan tahan api. Borax sendiri bisa digunakan pada makanan, asal pada takaran aman, namu sekarang penggunaan borax pada makanan sudah dilarang.

Mereka yang mengkonsumsi borax secara berlebihan biasanya akan mengalami, Mual, Muntah-muntah, Diare, Sesak nafas, Mengalami epigastrik, yakni nyeri atau kram pada perut bagian atas, Badan terasa lemah, Mengalami perdarahan, Sakit kepala, Rusaknya ginjal, Kanker. Kematian akibat borak pada orang dewasa terjadi dalam dosis 15 – 25 gr, sedang pada anak-anak konsumsi borak dengan dosis 5 – 6 gr juga dapat berakibat kematian. (rg-62)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.