oleh

Selain Tempat Wisata,  Lomaya Jadi Lokasi Syuting Video Klip

RGOL.ID, GORONTAO – Luar biasa, tahap demi tahap sudah nampak terlihat perubahan pembangunan di Provinsi Gorontalo, khususnya di Kabupaten Bone Bolango (Bonebol).

Seperti halnya pembangunan pengembangan D.I Lomaya dan D.I Pilohayanga oleh pihak Balai Wilayah Sungai Sulawesi II Gorontalo dibawah kepemimpinan, Ir. Adenan Rasyid ST., MT.

Untuk saat ini lokasi Lomaya dijadikan ajang tempat wisata bagi masyarakat dari berbagai daerah yang datang untuk menikmati suasana keindahan di sore dan malam hari.

Bahkan dampak dari pembangunan ini juga bisa dirasakan masyarakat setempat ketika melihat adanya perubahan tempat wisata dan ketertarikan para pengunjung yang datang. Selain ajang tempat wisata, lokasi ini dimanfaatkan warga sebagai tempat selfi-selfi dan pengambilan gambar atau syuting video klip.

Itu karena tempat ini sangat menarik, tertata bagus dan tamannya sangat indah. Dari pantauan wartawan Harian Rakyat Gorontalo kemarin, terlihat di lokasi itu suasananya bernuansa adat Gorontalo ‘Makuta Pahangga’ yang dibangun tepat di lokasi Lomaya ini.

“Jadi kami sangat berterima kasih dan apresiasi kepada pihak Balai Sungai atas pembangunan pekerjaan pengembangan D. I Lomaya dan D.I Pilohayanga bisa selesai tepat waktu yang dikerjakan oleh PT.  DAS Konstruksi Nusantara dibawah Pimpinan Drs. Afandi Laya, MM, didampingi Manager Pelaksanaan Moh. Yasmin Yusuf, ST dan Petugas K3 Kris Wahyudin Thaib,” ucap Endi warga Desa Lomaya, Bulango Utara Kabupaten Bonebol.

Lebih lanjut Endi menyampaikan, bahwa setelah melihat perubahan dari pekerjaan pengembangan D.I Lomaya dan D.I Pilohayanga, maka kini bisa dinikmati dan dirasakan masyarakat sebagai tempat wisata yang dilengkapi dengan taman yang indah dan wahana bermain bagi anak-anak.

“Kalau dulu lokasi syutingvideo klip lebih banyak di studio, kini lebih banyak  yang menambahkan value dalam karyanya dengan memilih lokasi shooting di outdoor dan menampilkan keindahan alam, salah satunya di Bonebol, tepatnya di wisata Lomaya, taman dan wahana bagi anak-anak,” tuturnya. (youdi-54)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *