Seleksi Sekkot Gorontalo, Mendaftar 6 Gugur

RadarGorontalo.com – Setelah hampir dua pekan dibuka tak ada yang berminat, akhirnya pada perpanjangan pendaftaran muncullah 10 nama pejabat yang mendaftarkan diri dalam seleksi calon sekretaris daerah Kota Gorontalo. Sayang, dari kesepuluh pejabat tersebut, enam diantaranya dinyatakan gugur karena dianggap tak memenuhi syarat.

10 pejabat yang mendaftar itu, diantaranya Nuryanto, AK. M.Ec. Dev. Meidy N. Silangen, S.Pi, M.Si. dr. Nul Albar, Sp. PD. Finasim, DR. Ir. Ismail Madjid, MTP. Drs, Hi, Irwan Hamzah, M.Si. Ir. Hj, Laida M. Ali. Aripin Muhamad dan Ir. Hi, Tommy Jahja, M.Si. Kesemuanya adalah jajaran pejabat dilingkungan Pemkot Gorontalo. Dan dua lagi dari lingkungan Pemkab Gorut, yakni Dr. Sumanti Maku, M.Si, calon dan dari Pemerintah Kabupaten Gorontalo.

Kata Rauf Hatu Ketua Pansel, keenam pejabat yang gugur itu, karena mereka belum mengikuti Diklat PIM, Baru satu kali menjabat sebagai pejabat SKPD dan bergolongan dibawah IVc. Rencananya, Senin besok (hari ini,red) semua anggota Pansel akan menemui Walikota, untuk melaporkan hasil seleksi awal. Nanti dari situ, nama-nama pejabat yang tak lolos akan diumumkan. “Pukul 09.00 WITA kami akan menyampaikan hasil ini pada Walikota, setelah itu pada pukul 12.00 WITA, akan diumumkan hasilnya,” terang Rauf, Minggu (3/4).

Rata-rata pendaftar, khususnya mereka yang lolos seleksi awal, sangat yakin bisa ditunjuk sebagai sekkot. Seperti Nuryanto Kepala Inspektorat Kota Gorontalo, yang mengatakan bahwa alasannya, pertama diundang dan ingin menyumbangkan kontibusi pikiran dalam penyelenggaraan Pemerintah Kota Gorontalo. Agar pemerintahan berjalan baik, bersih dan terhidar dari KKN. “Alasan saya pertama, saya diundang, kedua saya ingin memberikan kontribusi pikiran dalam penyelenggaraan pemerintahan walikota dan wakil walikota, sehingga terselenggarannya pemerintahan yang bersih dari KKN,” ungkapnya.

Dan jika terpilih nanti sebagai Sekda Pemerintah Kota Gorontalo, dirinya akan melakukan penataan dan pembaharuan dalam manajemen Pemerintah Kota. “Menjadi salah satu upaya untuk menyelesaikan visi misi Walikota dan Wakil Walikota, yang tertuang dalam RPJMD Pemerintah Kota,” jelasnya.

Lain lagi diungkapkan Kepala Dinas Perkim Meidy N. Silangen, yang menganggap pendaftaran calon sekda itu sebagai tataran karir. “Apa salahnya mencoba, Sekda merupakan motor bagi ASN yang tidak hanya memiliki jabatan strategis saja. Namun harus bisa mengkoordinir kegiatan bersifat strategis,” ungkap Novi.

Berbeda dengan Kepala Bappeda Kota Gorontalo Ismail Madjid, yang memilih tidak memberkan tanggapan soal alasan pencalonan dirinya. “Lebih tepat di wawancarai itu pansel, saya belum bisa,” singkatnya.(rg-62)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.