Wabup Drs. Hi. Roni Imran saat meninjau aktivitas nelayan tradisional di Desa Mutiara Laut Kecamatan Tomilito.

RadarGorontalo.com – Gorontalo Utara mulai menunjukkan langkah majunya di sektor kelautan dan perikanan. Terbukti, Senin pekan depan direncanakan daerah terbungsu di Provinsi Gorontalo ini, akan ekspor perdana ikan segar ke negara-negara Eropa, diantaranya Jerman. Hal itu diungkap Wakil Bupati Drs.Hi.Roni Imran, Kamis (8/12) usai melakukan pertemuan dengan pelaku usaha perikanan di Kecamatan Kwandang yang ikut mendorong investasi “cold storage” di daerah ini.

Senin pekan depan kata Wabup yang populer disapa HR ini, akan dilakukan ekspor perdana berbagai jenis ikan segar ke negara-negara Eropa sebanyak 10 ton melalui pelabuhan Anggrek, diantaranya gurita, kakaktua dan kerapuh. “Ini adalah kemajuan signifikan dan sangat positif terhadap laju perkembangan program investasi yang akan mendorong peningkatan potensi kelautan dan perikanan di daerah ini,” kata Wabup yang langsung turun meninjau aktivitas nelayan tradisional di beberapa desa pesisir, diantaranya Desa Mutiara Laut dan Dambalo, Kecamatan Tomilito.

Kunjungannya tersebut yang juga ikut naik di atas perahu milik nelayan kata Wabup, tidak untuk “show off” namun ia berkeinginan kuat mengetahui persis kondisi nelayan tangkap tradisional saat ini. Hal itu penting kata Wabup, agar peningkatan sektor perikanan yang mulai memenuhi permintaan pasar dunia, ikut berdampak pada aktivitas nelayan kita.

“Nelayan tradisional pun harus maju, sebab mereka adalah motor penggerak investasi di sektor makro yang menjadi program unggulan daerah ini,” ujarnya. Dengan mengetahui kondisi nelayan kata Wabup, akan lebih mudah mengintervensi mereka melalui pendampingan teknologi dan penyaluran bantuan yang tepat. “Jangan sampai, nelayan butuh mesin tempel tapi yang diserahkan malah kerambah ataupun hal-hal lainnya yang kurang sinergis dengan aktivitas dan kebutuhan nelayan,” ujarnya.

Dulu kata Wabup, ia sangat getol mendorong Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gorontalo Utara untuk memudahkan realisasi pembangunan “Cold Storage” di pelabuhan pendaratan ikan Gentuma. Saat ini fasilitas tersebut telah terealisasi dan resmi beroperasi dengan kapasitas 30 ton. Olehnya, keberadaan fasilitas ini harus berdampak bagi nelayan dan masyarakat dalam rangka mensejahterakan dan memajukan daerah. Pesan Wabup, nelayan diminta tidak menggunakan bom atau obat bius dalam melakukan aktivitas perikanan tangkap, agar biota laut tetap terjaga dan produksi ikan di perairan laut Gorontalo Utara terus berlimpah. (rg-51)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.