oleh

Sofyan Berani ke Pilbup

RGOL.ID – Ketika Provinsi Gorontalo berdiri, nama yang satu ini melejit, dia orang muda yang punya nama besar di PPP, tidak heran kalau kemudian dia dipilih David Bobihoe menjadi Wakil Bupati, tetapi Sofyan Puhi memilih meletakkan jabatannya sebagai Wabup.

Setelah itu pada 2009, Ketua DPW PPP kembali bertarung di Pileg, dia lolos ke Botu, menariknya pada 2010 dengan beraninya dia turun gunung menantang David Bobihoe di Pilkada.

Ketika itu Sofyan berpasangan dengan Dr. Hariadi Said yang juga Rektor UG, sementara David menggandeng Tonny Junus. Suara mereka hanya beda tipis, tetapi Sofyan tetap kalah.

Kali ini benar-benar apes, sudah jatuh tertimpa tangga pula. Sofyan terhempas dari PPP, jabatan Ketua DPW jatuh ke tangan Muhalim Litty, tidak hanya itu, pada Pileg 2014, Sofyan tak terpilih karena dia di dorong ke Dapil lain.

Dia istirahat 5 tahun, meskipun pada 2015 dia diajak Tonny berpasangan di Pilkada, sayang pasangan ini gagal memenangkan pertarungan. Pemilu 2019 Nasdem merekrutnya, dia pun pindah partai kemudian bertarung di Dapilnya, dan Sofyan lolos, tidak hanya itu, diapun jadi Wakil Ketua Deprov.

Dari perjalanan politiknya, pria yang akrab dipanggil Ka Opi ini tercatat sebagai politisi yang mampu bangun setelah terjungkal.

Meskipun sudah dua kali gagal di Pilkada, namun dia masih dianggap punya peluang besar untuk menang di Pilkada, buktinya tokoh-tokoh Nasdem mendorongnya maju di Pilbup Gorontalo, bahkan balihonya dengan Rahmiyati Yahya sudah terpasang, namun kebijakan partai lain, Nasdem merekomendasi Rustam Akili.

Sofyan sendiri menyatakan tidak takut maju di Pilbup, jika partai memerintahkannya maka dia siap melaksanakannya. Namun begitu dia bersyukur perintah itu tidak jatuh kepadanya, karena kalau dia yang diperintah, maka dia tak akan menolak meskipun resikonya sangat besar. (awal-46)

Komentar