Penandatanganan prasasti peresmian SPN Gorontalo, oleh Wakapolri Komjen Pol Syarifuddin, Jumat (23/12), di Mapolda Gorontalo. (f.Abink/RG)

Jatah Polisi Baru Ditambah

RadarGorontalo.com – Kedatangan Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Syafrudiin, Jumat (23/12), mendapat penjagaan ekstra ketat. Saking ketatnya, para pewarta pun dilarang ambil foto.

Kedatangan Wakapolri, tak cuma menengok kondisi keamanan dan kesiapan personil polisi di Gorontalo, tapi juga untuk meresmikan pembangunan Sekolah Polisi Negara (SPN) Gorontalo, yang ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wakapolri Komjen Pol Syafruddin. “Peletakkan batu pertamanya sudah dilakukan, dan kami siap melakukan penetapan jumlah kuota terhadap perekrutan anggota Polri yang baru,” ujar Wakapolri, saat ditemui usai penandatanganan prasasti.

Dijelaskannya juga, tak cuma SPN, rencana pembangunan Mapolres Gorontalo Utara (Gorut), atas usulan Polda, sudah ditindak lanjuti oleh Mabes Polri. Dan pihaknya berharap, ketika SPN serta Polres Gorut selesai dibangun, akan memberikan dampak baik terhadap masyarakat Gorontalo khususnya generasi muda. “Ini peluang bagi generasi muda agar lebih dekat mengikuti pendidikan kepolisian di Gorontalo,” timpalnya.

ALASAN LARANGAN PENGAMBILAN FOTO

Jadi, sesuai jadwal, sekitar pukul 08.30 Wita, Wakapolri tiba di Bandara Djalaludin. Yang namanya kunjungan pejabat negara seperti ini, penjagaan pasti ekstra ketat. Apalagi yang datang, adalah Wakapolri. Sebelum datang, lokasi bandara sudah disterilkan lebih dulu oleh personil polisi. Hanya saja ada yang berbeda. Para fotografer dari sejumlah media termasuk Radar Gorontalo, tidak diizinkan untuk mengambil gambar.

Sempat timbul pertanyaan dikalangan pewarta. Padahal, sudah hal yang lumrah, kedatangan pejabat tinggi negara seperti ini, diabadikan oleh para jurnalis. Rupanya, ada yang mendasari larangan tersebut. Jadi sesuai penjelasan dari, salah seorang petugas polisi kepada wartawan dan humas pemda, larangan itu adalah perintah wakapolri. Karena, saat ini kepolisian tengah menangani kasus pengeditan foto Kapolri dan Wakapolri, yang digunakan oknum tak dikenal, untuk menyebarkan informasi bohong. Khawatir, karya fotografi para wartawan atau humas, dimanfaatkan untuk kepentingan negatif. “Ini instruksi Wakapolri, agar tidak ada aktifitas pengambilan gambar di acara penjemputan. Karena mengantisipasi kasus yang saat ini ditangani Mabes Polri, terjadi di Gorontalo. Yakni pengeditan foto Kapolri dan Wakapolri, yang dilakukan oknum warga, ” ungkap salah seorang petugas.

Larangan tidak berlangsung lama, hanya pada acara penjemputan di lokasi bandara saja. Kemudian humas protokol juga wartawan, diberikan ruang untuk mengabadikan momen kunjungan itu, ketika Wakapolri tiba di Mapolda Gorontalo. “Bisa mengambil gambar, tapi kalau bapak sudah di Mapolda ya, ” ucap petugas tersebut.(rg-62)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.