oleh

STIKES BMG Siapkan Lulusan Berkualitas

-Kampus, Pendidikan-276 Pengunjung

RGOL.ID, Gorontalo – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bina Mandiri Gorontalo, Program Studi (Prodi) Diploma III Analis Kesehatan, menggelar yudisium akhir pada Jum’at (6/9) kemarin. Sebanyak tiga orang yang mengikuti pengukuhan dan berhak menyandang status AMd.Ak.
Yudisium yang berlangsung di Aula Kampus Bina Mandiri Gorontalo ini, dihadiri oleh para orang tua yang mendampingi peserta yudisium akhir.

Perasaan haru terpancar dari tiga orang peserta, yang akhirnya berhasil lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang sangat memuaskan. Ketiga orang peserta dikukuhkan oleh BPH Yayasan Bina Mandiri Gorontalo, Dr. Hj. Titin Dunggio, M.Si, M.Kes yang juga menjabat sebagai Ketua Stikes Bina Mandiri Gorontalo, didampingi William Indra S. Mooduto SE, M.SA, Ak.CA yang merupakan Sekretaris Yayasan Bina Mandiri Gorontalo beserta Nur Hayati, M.Pd sebagai ketua panitia pelaksanaan yudisium sekaligus Ketua Program Studi Analis Kesehatan.

Dalam sambutannya, mengucapkan selamat atas keberhasilan yang telah diraih, yang tentunya berkat usaha dan kerja keras mereka, serta diiringi oleh doa orang tua. “Kami atas nama institusi mengucapkan selamat, yudisium ini adalah akhir dari rangkaian proses akademik. Sebagai bentuk pengakuan jika mereka sudah berhak menyandang status sebagai Ahli Madya Analis Kesehatan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Dr. Hj. Titin Dunggio M.Si, M.Kes berharap, agar apa yang didapat selama tiga tahun berada di STIKES Bina Mandiri Gorotalo, benar benar diimplementasikan di kehidupan kerja nantinya. “Saya harap mereka bisa berkompetisi nanti di pasar kerja, dan jangan cepat berpuas diri, apabila ingin studi lanjut maka akan lebih baik lagi untuk mereka kedepannya,” harapnya.

Namun, sebelum berkarir di dunia kerja, ada satu fase lagi yang harus dilalui. Mengingat program studi ini merupakan ilmu terapan. Maka, harus ada tahapan lagi yang harus dilalui. Yaitu sertifikat pendamping atau kompetensi yang didapat dari ujian kompetensi. “Program studi ini tidak sama seperti ilmu sosial, jadi jika ingin dinyatakan kompeten, maka harus melalui ujian yang diselenggarakan oleh Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Analis Kesehatan Indonesia, hal ini tentu butuh perjuangan lagi, agar benar benar dinyatakan kompeten, ” tutupnya. (HumasBMG)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.