oleh

STOP Galian C di Batudaa cs

ilustrasi
ilustrasi

RadarGorontalo.com – Secara tegas Anggota legislatif asal daerah pemilihan (Dapil) Batudaa cs meminta dengan tegas agar seluruh proses pelaksanan galian C yang saat ini dilakukan di wilayah Kecamatan Batudaa cs tidak ada lagi, ini dilakukan untuk menghindari agar tak terjadi lagi malapetaka yang memakan korban selanjutnya.

Aleg Syam T Ase meminta dengan tegas kepada pemerintah untuk memberhentikan seluruh kegiatan pengerukan galian c diwilayah tersebut. “Padahal sudah beberapa bulan kemarin kami memperingati agar memberhentikan aktivitas galian C, tetapi tak pernah diindahkan dan akhirnya memakan korban seperti ini,” tegas incumbent PPP ini. Ia menambahkan, galian ini memang sangat rentan akan masalah, sehingga pemerintah seharusnya mengambil alih dan memberikan tindakan tegas kepada para oknum yang jelas-jelas berimbas pada kerusakan lingkungan. “Sehingga keinginan DPRD kepada pemerintah untuk menutup dan memberhentikan aktivitas galian C harus segera dilakukan,” tegas Syam yang diamini oleh Aleg dapil Batudaa lainnya.

Sementara itu Ketua Komisi III Harton Halid menilai, harusnya pemerintah segera mengambil kebijakan dan penindakan untuk tidak memberikan izin dalam aktivitas melakukan galian c lagi, karena bukan saja izinnya yang sudah habis, tetapi juga sudah mulai meresahkan warga karena proses penggalian sudah mulai mendekati rumah penduduk dan melewati batas yang ditentukan. “Saya mendukung apa yang disuarakan ini, sehingga dalam waktu cepat apa yang diaspirasikan meminta pemerintah harus bertindak tegas terhadap semua galian c yang ada di Batudaa cs, seperti galian C di Desa Upomela, Molanihu dan desa lainnya untuk segera ditutup,” tandas Ketua Fraksi PAN ini.

Ia berharap, dengan penindakan langsung yang segera dilakukan oleh pemerintah diharapkan tidak akan jatuh korban lainnya. “Harus segera ada aksi dari pemerintah untuk memberi teguran keras dengan menutup aktivitas disejumlah lokasi galian c yang tersebar di wilayah Batudaa cs dan jangan menunggu korban selanjutnya,” tandas Harton. Sementara terkait galian c di Desa Upomela yang baru-baru ini menyebabkan warga setempat menjadi korban, baik kasus pembunuhan yang melibatkan pengawas proyek, maupun kasus sebelumnya, yakni tenggelamnya seorang anak di lokasi galian c, yang kini terindikasi memiliki kedalaman hingga kurang lebih 5 meter. “Kita akan telusuri scara khusus galian c tersebut. Makanya kita di Komisi III akan melakukan rapat internal, untuk kemudian mengambil sikap terkait galian C tersebut,” tegasnya. (RG-56)


Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar