RGOL.ID GORONTALO – Berangkat dari gagalnya pekerjaan proyek infrastruktur di Jalan Panjaitan yang dikerjakan kontraktor luar daerah.

Menyebabkan masyarakat Kota Gorontalo sudah kehilangan kepercayaan pada kontraktor luar yang sudah berkali kali gagal mengerjakan proyek di Gorontalo.

Banyak kalangan meminta agar pemerintah perketat syarat untuk kontraktor luar. Harus dicek dulu apakah mereka memilih dana yang besar dan apakah mereka punya peralatan yang lengkap, jangan sampai hanya berharap menyewa alat di Gorontalo.

Untuk itu masyarakat meminta kepada DPRD Kota Gorontalo agar berdayakan kontraktor lokal yang juga tak kalah bonavide dengan kontraktor luar.

Selain memiliki kemampuan, kontraktor lokal juga pasti akan mengerjakan proyek dengan hati, dengan tanggung jawab sebagai warga Gorontalo.

Lalu apa tanggapan Irwan Hunawa (IH) soal tuntutan masyarakat tersebut. Ketua Komisi C Dekot menjelaskan kepada wartawan, bahwa IH sepakat dengan tuntutan itu tetapi DPRD Kota Gorontalo tidak bisa masuk untuk mengintervensi dalam menentukan pemenang tender pekerjaan proyek.

Sebab mekanisme tender dibuka secara umum secara online dan banyak jasa konstruksi yang berkompetisi baik didalam daerah maupun diluar.

“Tugas DPRD hanya menerima hasil dari pemenang tender bukan untuk mengintervensi, jangankan mengintervensi, merekomendasikan salah satu jasa konstruksi saja itu tidak dibolehkan dan itu fatal jika terjadi”, Ungkap IH

Ketua Fraksi Golkar Dekot ini menyampaikan bahwa yang menentukan hasil tender itu Dinas PUPR melalui LPSE (Layanan Penyelenggara Sistem Elektronik).

“Lembaga ini lah yang menenentukan hasil tender, kami DPRD hanya mengawasi pekerjaan yang mereka lakukan bukan untuk mengintervensi”, Pungkasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.