oleh

Sungai Bone Mulai Tercemar

-Bone Bolango-310 Pengunjung

RGOL.ID – Gorontalo, Wakil Bupati Bone Bolango Mohamad Kilat Wartabone mengaku kaget karena mendapatkan informasi dari Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Sulawesi dan Maluku, Darhamsyah, bahwa ternyata sungai Bone saat ini mulai tercemar.

Padahal menurutnya, sungai Bone ini adalah salah satu andalan dan sumber air terbesar di Provinsi Gorontalo, termasuk sungai Bolango. Kedua sungai ini merupakan sungai terbesar di Provinsi Gorontalo dan keduanya ada di Kabupaten Bone Bolango.

Bahkan kedua sungai ini menjadi nama kabupaten, yakni Kabupaten Bone Bolango. “sayangnya, sungai yang menjadi andalan kita saat ini sudah mulai tercemar,” ujar Wabup Kilat Wartabone saat memberikan sambutan pada kegiatan aksi peduli sungai Bone Bolango yang dikemas dengan acara aksi menanam pohon dan bersih sungai yang dipusatkan di Desa Alale Kecamatan Suwawa, Rabu (25/9).

Menanggapi hal itu, Wabup Kilat Wartabone pun meminta kepada seluruh stakeholer, terutama jajaran pemerintah daerah, kecamatan, desa, dan masyarakat untuk menjaga lingkungan, terutama sungai.

“Mari kita jaga lingkungan kita, terlebih sungai kita yang ada di Bone Bolango, karena sesuai dengan hasil penelitian dari P3E Sulawesi dan Maluku bahwa sungai kita sudah mulai tercemar,” himbaunya.

Sebelumnya, Kepala P3E Sulawesi dan Maluku Darhamsyah mengatakan, dipilihnya sungai di Bone Bolango menjadi lokasi kegiatan aksi peduli sungai Bone Bolango yang dikemas dengan acara aksi menanam pohon dan bersih sungai, karena berdasarkan hasil pemantauan tim P3E dan dari Provinsi Gorontalo sudah ada indikasi bahwa sungai Bone mulai kurang sehat.

“Jadi itu indikasi bahwa sungai kita ini sudah tidak sehat atau mulai tercemar. Maka salah satu caranya kita harus menjaga dan mencintai sungai kita,” kata Darhamsyah. Namun hal itu, lanjut dia, bukan sesuatu yang tidak bisa diperbaiki.

Hal ini kita bisa perbaiki, salah satu caranya adalah kegiatan-kegiatan menanam pohon dan bersih sungai, yang diharapkan bisa mendorong masyarakat untuk menjaga dan mencintai sungai. Sungai mulai tercemar tidak boleh dibiarkan.

Mari kita bangun kesadaran, membangun kecintaan masyarakat terhadap sungai, dan mendekatkan masyarakat kepada sungai. “Sungai tidak lagi kita dilihat sebagai tempat sampah dan sebagainya, tetapi menjadi sesuatu yang harus dijaga,” tutur Darhamsyah. (gus-57)


Komentar