abd karim aljufrie

Supaya Tidak Terlihat Asal Bicara. Jangan Masuk Jebakan Angka Angka Marten

Image
Marten Taha memberikan bantuan kepada UMKM. Foto: Istimewa.

RGOL.ID PEMKOT – Cara Walikota Gorontalo mengutak atik Keuangan Daerah sangat cermat dan rapi, bahkan karena rapinya, banyak kalangan salah membacanya apalagi bagi mereka yang tak menguasai keuangan.

Lihat saja, urusan keuangan Kota yang katanya mengalami kesulitan ternyata baik baik saja, buktinya kemarin, ada 111 pengusaha UMKM gelombang pertama mendapat bantuan modal
berupa barang dan gelombang kedua akan diserahkan bulan depan, kemarin Walikota juga menandatangani pemberian dana pada Lembaga Adat Kota Gorontalo, itu bukti kalau Kota Gorontalo punya kemampuan dana.

Aleg Dekot Irwan Hunawa yang mendampingi Walikota pada penyerahan bantuan di BLK kemarin mengatakan bantuan tersebut merupakan program POKIR Aleg, lalu mengapa Walikota yang menyerahkan, itulah aturan yang benar.

Memang kami yang memperjuangkannya, tetapi anggarannya dari pemerintah, maka yang harus menyerahkan adalah pemerintah dan ini berlaku mulai dari pusat sampai ke Provinsi dan Kabupaten Kota.

Walikota sendiri dalam sambutannya mengatakan sebenarnya tak mau hadir pada acara itu karena tak mau dituding ada hubungannya dengan politik, maklum ditahun politik ini semua gerakan pasti dikaitkan dengan politik. ” Tetapi Kadis mengatakan harus Walikota yang menyerahkan makanya saya hadir sekarang ini, katanya.

Pada Covid lalu semua daerah di Indonesia bahkan dunia mengalami kesulutan ekonomi, termasuk Gorontalo, banyak pengusaha kecil menengah yang tak sanggup bangkit, maka program pemulihan ekinomi di Kota diarahkan untuk para pemgusaha kecil dan menengah.

Menurut Walikota lagi, Pemkot tidak hanya memberikan modal barang, tetapi juga memberikan bimbingan agar para penerima bantuan bisa cepat bangkit.

Sekali lagi kata Marten, bantuan ini jangan dikaitkan dengan 2024, meski semua orang tahu kalau dia adalah Ketua Golkar. Seperti yang hadir sekarang ini banyak yang pakai warna kuning, ini memang mereka suka warna kuning, kami tidak meminta mereka pakai baju warna kuning.

Seorang Aleg itu harus banyak bertemu dengan pemilihnya, jangan hanya Reses dan Pileg baru datang ketemu dengan rakyat. Percuma pasang baliho banyak kalau tidak sering bertemu rakyat.

Walikota juga mengatakan ada banyak orang orang muda yang dilatih di BLK, kalau mereka tak terterima di bengkel bengkel besar, maka Pemkot beri mereka bantuan modal untuk buka bengkel sendiri.

Pada akhir sambutannya Walikota mulai memberi isyarat perpisahan. ” sampai ketemu ditempat tugas yang lain.” kata Marten yang disambut gegap gempita oleh yel yel dari hadirin. ” Marten Gubernur, Marten Gubernur, Marten Gubernur, ” Teriak mereka berkali kali.

Dikesempatan terpisah Irwan Hunawa, menegaskan kalau keuangan Pemkot itu surplus, PEN ada duitnya, Insebtif fiskal ada duitnya DAU Peruntukan juga ada duitnya dan DAK juga ada duitnya.

Kalau yang pencairannya agak tertunda, itu APBD murni, tetapi bukan berarti tak ada duitnya, ada hanya saja baru masuk ke Kas Pemkot pada bulan September, Oktober.

Ada juga yang harus diketahui, bahwa sekarang ini tidak seperti dulu lagi, dimana anggaran dari pusat masuk secara gelondongan, jadi terserah daerah mau digunakan untuk apa dana tersebut, namun sekarang dana dana terrsebut sudah dilebel pemerintah pusat untuk sektor tertentu, misalnya untuk progtam kesehatan, pendidikan dan lain lain.

Bagikan berita

Tinggalkan Komentar

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

mUNGKIN ANDA LEWATKAN