oleh

Tak Patuhi Protkes, Masjid Bisa Ditutup Sementara

-Bone Bolango-4.670 Pengunjung

BONE BOLANGO (RGOL.ID) – Pemerintah Bone Bolango menyikapi serius akan penegakan protokol kesehatan (Prokes) di setiap masjid di wilayah Kabupaten Bone Bolango saat melakukan salat berjamaah.

Hal ini terbukti dengan turunnya langsung Wakil Bupati Bone Bolango Merlan S. Uloli bersama tim yang terdiri dari Satuan Tugas Covid-19, Kepolisian, TNI, dan unsur Pemerintah lainnya untuk memantau penegakan protokol Covid-19 di beberapa masjid yang ada di wilayah Kecamatan Kabila, Kamis, (22/4/2021) malam.

Dalam pemantauan kali ini, Wabup Merlan S. Uloli bersama tim yang turun langsung memantau penegakan protokol kesehatan pada saat salat Isya, Tawarih, dan Witir berjamaah di beberapa masjid tersebut, menemukan semua masjid yang dikunjungi tidak mematuhi protokol kesehatan.

Merlan S. Uloli menegaskan pemerintah akan memberikan sanksi kepada Badan Takmirul Masjid (BTM) yang ada di Bone Bolango jika dikemudian hari masih ditemukan tidak mematuhi protokol kesehatan saat melaksanakan salat berjamaah.

Kita akan tindak tegas mulai dari pemberian sanksi surat teguran kepada BTM-nya dan jika sudah berulang kali tidak diindahkan, maka tidak menutup kemungkinan masjidnya kami akan ditutup untuk sementara waktu. ”tidak diperkenankan lagi melaksanakan salat berjamaah di masjid, kalau tidak mematuhi protokol kesehatan,” tegas Merlan.

Merlan mengungkapkan hal ini dilakukan bukan semata untuk menghalangi masyarakat yang ingin melakukan salat berjamaah di masjid, akan tetapi ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat.

“Jangan dinilai kita datang memantau penegakan protokol kesehatan di masjid ingin membubarkan atau menghalangi orang yang ingin melakukan salat berjamaah, tetapi kita ingin masyarakat patuh akan protokol kesehatan,” ungkap Merlan.

Merlan S. Uloli juga menjelaskan ini bukan hanya dilakukan di Kabupaten Bone Bolango, melainkan di seluruh Indonesia bahkan dunia. “Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota yang ada di Gorontalo  selama dua hari ini membahas isu ini tentang protokol kesehatan,” jelas Merlan.

Ia pun berharap dengan metode pendekatan ini, kerja sama dari semua pihak khususnya masyarakat untuk menyadari betapa pentingnya penegakan protokol kesehatan. ”sudah setahun lebih kita semua ini menjadi korban dan tersiksa oleh adanya pandemi Covid-19 ini,” pungkas Merlan. (awal-46)


Komentar