oleh

Tak Perlu Import, Jagung Gorontalo Sudah Cukup

Gubernur Rusli Habibie mengendarai gerobak sapi yang ditumpangi Menteri pertanian
Gubernur Rusli Habibie mengendarai gerobak sapi yang ditumpangi Menteri pertanian

 

RadarGorontalo.com – Adebo Rusli. Begitu kata Menteri DR.IR. H. Andi Amran Sulaiman MP, mengawali sambutannya pada acara panen jagung yang berlangsung di Desa Ayomolingo, Kecamatan Pulubala, Kamis (25/8) kemarin. Kontan saja massa yang hadir langsung gerr. Mereka tak menyangka kalau sang Menteri akan berbicara dengan bahasa Gorontalo.

Jika massa kaget karena Menteri menyapa mereka dengan bahasa Gorontalo, sebaliknya Menteri kaget dengan jumlah produksi jagung Gorontalo yang berlimpah. “Mestinya Indonesia tak perlu impor jagung dari Argentina,” katanya.

Menurut Menteri, produksi jagung Gorontalo bisa menutupi kebutuhan jagung nasional. “Saya liat kuat juga tendagannya pak gubernur ini. Saya tidak ikut campur urusan politik, tapi kalau begini gubernurnya, saya yakin rakyat pasti suka,” puji Menteri Amran kepada Gubernur Gorontalo lewat sambutannya dihadapan ribuan warga pada panen raya jagung kemarin.

Kedepan, Mentan RI menjadikan Gorontalo sebagai daerah lumbung pangan, khusus jagung seperti NTB dan Lampung. Sehingga itu, asalkan Gubernur Bupati dan Walikota siap dan mampu, Mentan akan kucurkan anggaran yang besar untuk mendongkrat produksi jagung di Gorontalo.

Namun sebelumnya Menteri menantang Gubernur dan para petani Gorontalo. Dia siap bantu asal produksi jagung bisa naik 2 kali lipat, dari 200.000 hektar lahan menjadi 400.000 hektar dengan hasil produksi mencapai 2 juta ton. “Kalau itu tercapai, sedikitnya ada 6 triliun uang yang beredar di Gorontalo,” jelas Amran.

Selain serahkan bantuan alsitan sebesar Rp 10,9 miliar, Menteri Amran, juga berjanji akan memberikan bantuan 75 unit pompa air untuk mengairi lahan pertanian jagung. “Agar produksi jagung meningkat, kedepan selain saya berikan bantuan bibit, pupuk dan obat-obatan untuk 200.000 hektar, juga saya berikan pompa agar petani terus menanam,” jelasnya.

Mentan juga mewanti-wanti para pihak yang menyusahkan petani. Sedikitnya sudah ada 40 orang yang dijebloskan ke penjara lantaran menimbun dan mengoplos pupuk bersubsidi, sehingga ia berharap jika ada tengkulak yang bermain, maka ia meminta untuk segera dilaporkan ke pihak berwajib.

Diakhir panen jagung kemarin, Mentan membuka dialog. Para petani diberi kesempatan untuk curhat seputar pengalaman maupun kendala yang sering mereka alami selama menanam jagung. Sementara pada malam harinya (tadi malam) Mentan bersama Gubernur Bupati dan Walikota, mengelar dialog pangan berlangsung di Kota Gorontalo. Banyak persoalan petani terungkap, dan banyak pula solusi maupun bantuan yang menteri kucurkan lewat momen tersebut. (rg-50)


Jangan Lewatkan

Komentar