oleh

Tak Selesai Tepat Waktu, 15 Proyek Kota Teracam Putus Kontrak

Hais K Nusi

RadarGorontalo.com – Enam belas proyek milik Pemerintah Kota terancam putus kontrak. Pasalnya, semua paket kegiatan dari APBD Perubahan 2018 diharuskan selesai pada 27 Desember.

Namun hingga saat ini belum rampung 100 persen. Dari 16 paket pekerjaan baru 1 proyek yang selasai tepat waktu. Hal ini diungkapkan Ketua Komisi C Dekot Hais K Nusi.

“Kami sangat mengkhawatirkan pekerjaan 16 proyek bernilai miliaran rupiah ini, karena dari 16 proyek, baru satu yang selesai tepat waktu. Makanya kami pesimis jika pekerjaan ini selesai tepat waktu,” ujar Hais Nusi. S

elain baru satu proyek yang telah selesai tepat waktu, ada 5 diantara 16 proyek pekerjaan konstruksi ini belum mencapai 50 persen. Sedangkan sisanya 10 konstruksi sebagian baru 60 persen dan 80 persen.

Parahnya lagi, kami menemukan di lapangan jika pekerjaan konstruksi ini tidak sesuai bestek. “Ada salah satu proyek saluran yang semestinya dibongkar.

Namun oleh kontraktor hanya ditambah dan menggunakan pondasi saluran yang lama. “Artinya saluran ini dikerjakan asal-asalan,” ungkap Hais.

Sementara untuk lima proyek belum mencapai 50 persen. Diantaranya, konstruksi saluran dan duicker yang berada di jalan 23 Januari yang progres pekerjaannya baru 35 persen, konstruksi saluran di Jalan Pangeran Hidayat III 42 persen.

Kemudian konstruksi saluran di Kelurahan Huangobotu baru mencapai 37 persen, konstruksi saluran di Kelurahan Heledulaa Utara 43 persen, dan terakhir konstruksi Talud pengaman tebing di Kelurahan Botu 25 persen.

Olehnya kami meminta Pemkot, terutama dinas terkait untuk menseriusi 15 paket proyek yang penyelesaian seluruh proyek tersebut, sehingga tidak ada kesan pembiaran.

Hais membeberkan lagi bahwa, ada juga pekerjaan saluran lain yang bermasalah, yakni terletak di Kelurahan Huangobotu.

Tepatnya tidak jauh dari kediaman pribadi Walikota Gorontalo dan dekat kediamannya. Proyek tersebut dengan pagu anggaran Rp. 150 juta, nilai kontrak sekitar Rp. 149 juta.

Proyek tersebut diketahui asal jadi. Ketika jajaran Komis C mengecek langsung hasil pekerjaan saluran tersebut. Walhasil, material yang digunakan tidak sesuai volume atau terlalu banyak pasir.

“Kontraktor yang ditemukan pekerjaannya diduga bermasalah, terkesan asal jadi. Mungkin dia tidak takut sama komisi C DPRD Kota dan Walikota Gorontalo.

Dia tidak tahu, pekerjaan yang dia laksanakan itu berdekatan dengan kediamannya Ketua Komisi C dan Walikota Gorontalo,” ungkap Hais.

Sementara itu Sekretaris PUPR Kota Gorontalo, Irianto Pade sangat menyayangkan temuan hasil Komisi C terkait pekerjaan yang tak sesuai bestek.

Menurut Irianto Pade, pihaknya akan bekerjasama dengan Inspektorat Kota Gorontalo untuk melakukan audit terhadap pelaksanaan proyek tersebut.

“Padahal kami sangat selektif menunjuk kontraktor pada proses lelang lalu. Dan ini pasti kami tindak lanjuti, sesuai dengan mekanisme dan aturan yang ada, termasuk meminta Ispektorat Kota Gorontalo untuk mengaudit hasil pekerjaan proyek bersangkutan,” tutup Irianto. (rg-62)


Jangan Lewatkan

Komentar