oleh

Tamba-Tambah Urusan Jo

APAKAH di zaman belanda ada aturan yang melarang Masjid mengumandangkan Azan. “ana bingung kok sekarang ini ada kebijakan yang mengatur pengeras suara di masjid-masjid, siapa yang protes azan di masjid sehingga pemerintah perlu mengatur keras kecilnya suara azan,” kata Tokoh Masyarakat (Tomas).

MENDENGAR ITU, TOKOH POLITIK (TOPO) TERSENYUM LALU DENGAN LIRIH DIA MENGATAKAN BAHWA DIA TIDAK LAHIR DI MASA PENJAJAHAN KARENA ITU DIA TIDAK TAHU, TETAPI SETAHU DIA, ATURAN SEPERTI ITU PERNAH ADA DI ERA ORDE BARU.

“JADI KALAU ENTE TANYA DI MASA ORBA, ANA BILANG ADA, KARENA ANA SO JADI ORANG DI MASA ITU,” KATANYA. Tomas  diam.

MELIHAT LAWAN BICARANYA TAK BERKOMENTAR, TOPO MELONTARKAN PERTANYAAN BAGAIMANA TANGGAPAN Tomas SOAL ITU.

Mendapat pertanyaan seperti itu, Tomas balik bertanya, untuk siapa sebenarnya aturan itu, karena menurut dia seumur umur suara azan ini tidak mengurangi keharmonisan di negara ini. “ana olo belum pernah dengar ada agama lain yang protes soal azan ini,” kata Tomas.

Hanya saja sambung Tomas, dia setuju kalau Muazin harus bersuara bagus, dengan demikian Kementerian Agama akan punya program baru yakni mendidik anak-anak untuk menjadi Muazin.

TOPO SEPERTINYA SETUJU DENGAN PENDAPAT Tomas. KARENA ITU DIA MENGUSULKAN AGAR SERING DIBUAT LOMBA AZAN ANTARA MASJID.

“KITA SETUJU ITU, TAMAN-TAMAN PENGAJIAN HARUS MENDIDIK ANAK-ANAK MENJADI MUAZIN, DAN MEREKA INI BERADA DIBAWAH PEMBINAAN KEMENTERIAN AGAMA, DENGAN DEMIKIAN SEMUA MASJID AKAN MEMILIKI MUAZIM YANG HEBAT,” KATA TOPO.

“yes, baru kali ini ente bicara tere, soal pengeras suara ini tidak bisa dibatasi, apalagi di Gorontalo uti, ngoni mo larang itu acara Meraji (cerita perjalan Nabi yang dibacakan sepanjang malam pada setiap memperingati mi’raj) begitu juga tadarus di masjid-masjid, tamba-tamba urusan jo,” kata Tomas.

“KITA OLO SO TANYA PA TEMAN-TEMAN DARI AGAMA LAIN, APA DORANG TERGANGGU DENGAN SUARA AZAN, DORANG BILANG SO BIASA KARENA DARI KECIL SO JAGA DENGAR SUARA AZAN, BAHKAN SAMPE HAPAL LE,” KATA TOPO. ###


Jangan Lewatkan

Komentar