Tangan Prof. Lafran Pane di Gorontalo

Ketua Badko HMI SulutGo, Usman Anapia

RadarGorontalo.comPENANTIAN panjang kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps Alumni HMI (KAHMI) diseluruh Indonesia, akhirnya terwujud. Prof. Lafran Pane, pada tanggal 9 November 2017, telah resmi ditetapkan pahlawan nasilanal oleh Presiden Indonesia Joko Widodo.

Oleh : Ketua Badko HMI SulutGo, Usman Anapia

Dengan ditetapkannya gelar pahlawan kepada pendiri HMI itu, menjadi kebahagiaan besar bagi kader dan alumni di seluruh Indonesia. Lafran Pane sendiri dinilai, memiliki kontribusi besar terhadap bangsa Indonesia. Organisasi HMI yang didirikan pada 5 Februari 1947 itu, telah melahirkan ribuan kader terbaik dengan berbagai macam profesi.

Beberapa kader terbaik yang dibentuk melalui HMI itu adalah Wakil Presiden RI Jusuf Kala, Mantan Ketua MK Mahfud MD, dan masih banyak lagi.

Khusus di Gorontalo, kader terbaik HMI menyebar di seluruh bidang pekerjaan dari Politisi, Birokrasi, Akademisi dan Pengusaha. Dibidang Birokrasi ada, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Prof. Winarni Monoarfa, Sekretaris Daerah Kota Gorontalo Ismail Majid, Kepala Dinas PU Provinsi Gorontalo Hendrik Juuna dan ratusan kader yang menduduki jabatan di Birokrasi dari Pemerintah Provinsi hingga di birokrasi pemerintahan daerah kabupaten/kota.

Dari politisi ada, mantan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, mantan Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Rustam Akili, di jajaran Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Arifin Djakani, Hamzah Sidik, Ruslianto Monoarfa, untuk DPRD Kota Gorontalo ada Fedrianto Koniyo yang juga Ketua DPRD Kota Gorontalo. Semua parlemen yang ada di kabupaten/kota sebagian besar ada alumni HMI.

Sementara untuk akademisi, juga menyebar di seluruh perguruan tinggi di Gorontalo, seperti Prof. Rauf Hatu, Prof. Yulianto Kadji, DR. Gafar Latjoke, DR. Ridwan Tohopi, Dr. Mujahid Dompoli, Dr. Lilan Dama dan lain sebagainya.

Dijajaran Penyelenggara Pemilu dari tinggkat provinsi hingga kabupaten/kota sebagian besar diduduki alumni HMI. Untuk KPU Provinsi Gorontalo ada, Mohamad N. Tuli, Ahmad Abdullah, Maspa Mantulangi, di KPU Kota Gorontalo ada La Aba, Sukrin Taib, di Bone Bolango ada Darwis Hasan, Kabupaten Gorontalo ada juga Hendrik Imbran, di Boalemo ada Amir Koem dan Pohuwato ada Mirnawati Modanggu. Begitu juga dengan Bawaslu dan Panwaslu di kabupaten/kota sebagian besar alumni HMI yang menjadi komisioner.

Sehingga Prof. Lafran Pane ditetapkan sebagai pahlawan nasonal, dinilai sudah pantas dan wajar untuk diberikan gelar sebagai salah satu pahlawan Indonesia. Kader HMI, sebagai kader umat dan kader bangsa, memiliki tanggungjawab besar terhadap masyarakat dan bangsa Indonesia. Sebagaimana diamanatkan dalam salah tujuan HMI yaitu terwujudnya masyarakat adil makmur, yang diridhoi Allah Swt.

Semua yang tercantum ini, hanya sebagian kecil dari alumni HMI yang menyebar di seluruh lini birokrasi, politisi, pengusaha bahkan penyelenggara Pemilu. Kader terbaik HMI ini, merupakan perpanjangan tangan Prof. Lafran Pane, untuk membangun Gorontalo, agar lebih maju dan sejahtera.

Dimomen yang sangat membahagiakan ini, ditetapkannya Prof. Lafran Pane sebagai pahlawan Indonesia, yang juga bertepatan dengan hari Pahlawan Nasional 10 November 2017, HMI Cabang Gorontalo dan KAHMI Wilayah Provinsi Gorontalo, melakukan tasyakur atas dinobatkannya Lafran Pane sebagai pahlawan nasional, yang juga dirangkaikan dengan launching perpustakaan Lafran Pane. “Selamat Hari Pahlawan dan Selamat atas ditetapkannya Prof. Lafran Pane, sebagai Pahlawan Nasiona,”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.