oleh

Temui Sekjen PSP Kementan, Idris Sampaikan Keluhan Petani

-Ekonomi, Headline-347 Pengunjung

GORONTALO (RGOL.ID) – Kedatangan Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Gunawan, dimanfaatkan oleh Wakil Gubernur, Idris Rahim untuk menyampaikan keluh kesah petani soal pupuk bersubsidi.

Pada kesempatan itu Wagub Idris yang didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian Muljady Mario mengkritisi kebijakan Kementan yang terlalu cepat memberlakukan Permentan Nomor 49 tahun 2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian.

Dalam aturan tersebut petani tidak boleh membeli pupuk bersubsidi jika tidak berkelompok dan terdaftar dalam elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). “Permentan ini terlalu cepat diberlakukan. Setelah ditetapkan Desember 2020, langsung diberlakukan Januari 2021.

Kami tidak punya waktu menyosialisasikanya dan pastinya ini sangat memberatkan petani,” kata Idris. Terkait keluh kesah petani yang disampaikan Wagub Idris Rahim itu, Sesditjen PSP Kementan akan menjadikannya sebagai bahan pertimbangan dalam mengevaluasi kebijakan pupuk bersubsidi.

“Masalah pupuk bersubsidi ini dialami oleh seluruh provinsi di Indonesia. Ini akan menjadi bahan evaluasi kami untuk memperbaiki sistem distribusi pupuk bersubsidi,” ujar Gunawan. Gunawan mengungkapkan, total usulan permintaan pupuk bersubsidi dari seluruh pemerintah daerah sebanyak 24 ton.

Sementara Kementan hanya mampu menyiapka sebanyak sembilan juta ton. “artinya hanya 30 persen yang bisa kita penuhi. Otomatis kita harus benar-benar memilih daerah mana yang menjadi prioritas,” tegas Gunawan.

Dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Gorontalo, Sesditjen PSP Kementan melakukan pengecekan langsung ketersediaan pupuk bersubsidi ke kios-kios pengecer. (My-25)


Komentar