oleh

Terancam Ditunda, Pilgub Sebaiknya Dipilih Lewat DPR

-Gorontalo, Politik-314 Pengunjung

Gorontalo (RGOL) – Banyak kalangan pesimis Pilgub bisa dilaksanakan sesuai jadwal, ini berkaitan dengan kemampuan dana. Memang Pilgub masih 3 tahun lagi, tetapi tak ada yang bisa memprediksi apakah pandemi Covid-19 ini sudah bisa berubah menjadi endemik.

Bila dalam setahun dua tahun ini tak ada perubahan, maka penanganan Covid-19 ini akan terus menggerus dana-dana yang ada. Sehubungan dengan itu, mungkin saja Pilkada akan berlangsung di DPR, karena biayanya jauh sangat murah.

Ketua KPU Provinsi, Fadliyanto Koem mengaku belum menghitung berapa besar biaya Pilgub nanti. Namun menurut dia, penundaan Pilgub itu bisa saja terjadi karena beberapa faktor, salah satunya adalah persoalan dana tadi, dan itu sudah diatur dalam UU Pemilu.

Hanya saja kalau untuk dilaksanakan oleh DPR, ini harus merubah UU, karena kalau masalahnya faktor dana, maka Pilkada harus ditunda, sampai daerah punya kemampuan dana. Sedangkan untuk Pileg dan Pilpres, dananya dari pusat.

Sementara itu Ketua PKS Gorontalo yang juga Aleg Deprov, Adnan Entengo mengatakan kekhawatiran itu bisa saja terjadi, karena faktor pendanaan ini sangat berpotensi membuat Gorontalo tak bisa membiayai Pilgub.

Soal Pilgub bisa dipilih di DPRD, dan dia mengatakan hal itu bisa saja terjadi. “tahun 2022 ini bisa ada kejutan-kejutan dalam revisi UU Pemilu dan demi penghematan dana maka Pilkada bisa saja dilaksanakan oleh DPRD, apalagi ini sudah pernah dibahas di DPR RI,” ungkapnya.

Persoalan dana ini memang sangat dikhawatirkan, meskipun Pemprov memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada 2022 mencapai 7 persen, namun setelah itu, Pemorov akan dipimpin oleh Plt yang masa jabatannya lebih dari dua tahun. Nah, ini yang meragukan banyak kalangan soal pertumbuhan ekonomi Gorontalo. (awal)


Komentar