oleh

Terisak Saat Bacakan Pledoi, Asri Sebut nama ‘Bos’ dan Rekannya di Pemprov

-Headline, Hukum & Kriminal-2.394 Pengunjung

RGOL.ID -Dihadapan majelis hakim Prayitno Iman Santoso, Banelaus Naipospos, Cecep Dudi Muklis Sabigin. Asri Wahyuni Banteng terdakwa kasus Gorontalo Outer Ring Ring Road (GORR) yang dituntut JPU 1 tahun 10 bulan bercucuran air mata, sambil membaca nota pembelaan.

Inilah merupakan kesempatan terakhir, untuk meyakinkan majelis hakim kalau dirinya tidak bersalah. Karena Selasa 27 April pekan depan, dirinya akan mendengarkan putusan majelis hakim terhadap dakwaan yang di sangkakan kepadanya.

Dengan terbata bata, Asri mengatakan sampai hari ini ia tidak pernah habis pikir, ketika dirinya satu satunya pegawai pemprov yang dituduh melakukan korupsi senilai 43 miliar. Bahkan awalnya muncul angka yang terbilang fantastis senilai Rp 85 miliar.

Foto : tim kuasa hukum AWB alias Asri

“Sebagai ASN yang telah 20 tahun bekerja, melihat uang sebanyak itu tidak pernah, apalagi menikmati,’ tutur Asri. Saya dan teman teman tidakpernah melihat uang sepersepun, karena proses pembayaran itu langsung via rekening pemilik lahan,” tegasnya.

Dan jika tuduhan itu benar, maka proyek GORR tidak akan terwujud dan dinikmati sekarang ini oleh masyarakat.Sebab angka tersebut melebihi dua pertiga atau bahkan lebih dari stengah dari total biaya pergantian yang disiapkan pemprov.

Kemudian berkembang dalam persidangan angka kerugian yang dituduhkanpun berubah, atau setidaknya mengerucut menjadi 53 juta dari 3 pembayaran kepada warga penerima ganti rugi tanah GORR yang ditemukan ganda atau berulang. “ angka inipun baru saya ketahui dalam sidang.

Angka inipun baru diketahui oleh teman teman dari pemprov yang menjadi saksi dalam kasus ini saat bersaksi,’ tegas Asri. Asri juga mengungkap terkait kesalahan yang ditimpakan kepadanya karena posisinya sebagai KPA. Tidak akan mungkin.


Komentar