oleh

Terkait Kebijakan Penyerapan Beras Lokal, Kominfoprov : Syarifudin Bano, Tak Ikuti Perkembangan

-Ekonomi-243 Pengunjung

GORONTALO (RGOL) Penyampaian Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Gorontalo Syarifudin Bano terkait kurang perhatiannya pemerintah Provinsi Gorontalo mengantisipasi masuknya beras dari luar daerah dan impor ke Gorontalo, mendapat tangapan dan penjelasan balik dari Pemprov Gorontalo.

Kadis Kominfo Provinsi Gorontalo Masran Rauf mengapresiasi masukan dari aleg asal Kabupaten Gorontalo tersebut.

Hanya saja, mungkin sebelumnya Syarifuddin Bano tidak melakukan pengecekan dan tidak mendapatkan informasi secara lengkap terkait kebijakan Pemprov melindungi petani Gorontalo dengan cara memprioritaskan penyerapan beras lokal.

Kata Masran, sudah beberapa bulan lalu Gubernur Rusli Habibie sudah menegaskan pembatasan beras import, dan luar daerah masuk ke Gorontalo. Dan itu langsung ditindaklanjuti oleh dinas terkait dalam hal ini Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo,.

Ini ditandai dengan surat Ke kementerian Pertanian dan Perdagangan telah dikeluarkan menindaklanjuti perintah Gubernur Rusli Habibie diawal bulan Maret 2021. Saat itu perintah gubernur tegas dan jelas memaksimalkan penyerapan hasil panen petani lokal.

“Apa yang disampaikan pak Syarifudin Bano itu sangat bagus. Tapi penyampaikan ini terlambat. Karena sudah beberapa bulan lalu melalui gubernur sudah memerintahkan untuk memprioritaskan bulog menyerap beras hasil panen petani Gorontalo,” kata Kadis Kominfo Provinsi Gorontalo tersebut.

Katanya,mestinya sebagai anggota legislative harus mengecek dahulu. “kritikan atau masukan pak Syarifuddin Bano ke pemerintah Provinsi Gorontalo itu terlambat. Karena pemprov jauh jauh hari sudah mengambil tindakan nyata demi kesejahteraan petani local,’ kata Masran Rauf.

Masran juga mengutip apa yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Mulyadi D Mario beberapa waktu lalu. Yang menjelaskan bahwa rata-rata konsumsi beras Gorontalo mencapai 10 Ribu hingga 11 Ribu Ton per bulan.

Kadis pertanian menyatakan, kondisi stok beras di Gorontalo cukup hingga akhir tahun dengan luas panen setiap tahunnya mencapai 70.000 Hektar. Bulog Gorontalo juga diminta lebih aktif menyerap beras petani lokal daripada membeli beras luar daerah, apalagi beras impor

“ Pak Syarifudin Bano selaku Ketua Komisi I DPRD Kabgor kalau bertanya lebih dahulu. Pasti akan kami beri penjelasan. Tapi kami maklum, mungkin beliau tidak mengikuti perkembangan terkait kebijakan pemprov melindungi petani Gorontalo,’ ujar Masran Rauf. (riel/rg)


Komentar