oleh

Thariq Tawarkan Saronde RING

-Gorontalo Utara-524 Pengunjung

RGOL.ID – Wakil Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu, punya konsep besar dalam pengembangan pariwisata di Gorontalo Utara. Thariq melihat dalam pembangunan daerah kedepan, Gorut harus fokus.

Dan jika disesuaikan dengan karakter wilayah, maka harus berbasis pesisir. Ada dua alasan Thariq, mengapa harus bebasis pesisir.

Pertama, semua kecamatan berada pada kawasan pesisir laut.

Kedua, Gorut berada dalam RTRW batas negara, dimana saat ini masuk dalam Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN).

“Dan Pulau Saronde yang secara potensial sudah berkembang lama, maka itu yang didorong. Oleh karena itu, kita harus ada modal pengembangan kawasan yang namanya disebut Saronde RING (TouRism InterlaNd Geopark). Karena saronde tidak bisa berdiri sendiri.

Dia harus disupport dengan banyak hal, misalnya, disupport oleh Pantai Minanga. Minanga itu mensupport Saronde dalam bentuk dua hal, yaitu event budaya, Mandi Safar dan Ota Jin, kemudian ada situs Belanda, ada situs Spanyol, Benteng Orange, Benteng Maas, Pulau Konservasi (Mas, Pepaya dan Raja),” papar Thariq.

Nah, dari keseluruhan itu, tambahnya lagi, maka kenapa Gorut cocok disebut kawasan Geopark, karena ada taman alam. Dengan cara itu, maka menu sajian wisata itu bukan hanya Saronde, tapi interkoneksi ke beberapa objek sekaligus, sehingga ini akan menjadi satu kawasan.

Sementara soal lahan yang dipersoalkan terkait pengembangan pariwisata yang katanya 300 hektare harus disiapkan, bagi Thariq hal itu tidak jadi masalah. Karena menurutnya, kawasan dalam konsep Saronde RING banyak menyediakan lahan.

Misalnya, di Minanga sudah dibebaskan sekitar 14 hektare, disekitar Benteng Orange, di pulau apalagi, karena tidak ada pemiliknya. Sehingga itu, tidak kesulitan bagi kita untuk pengelolaan pulau.

“Karena pengelolaan pesisir menurut RWZP3K (Rencana Wilayah Zonasi Pesisir Pulau-Pulau Kecil), memang pengelolaan laut itu provinsi, tapi pengelolaan darat yaitu pulau, pengelolaannya adalah kabupaten/kota.

Sepanjang bukan pulau konservasi, bisa kita serahkan untuk dikembangkan oleh investor, dalam konsep KEK Pariwisata.

Kalau ini sudah ditetapkan oleh Dewan KEK nasional, sebagai kawasan KEK Pariwisata, berarti akses investor itu akan terbuka di Gorut, karena sudah difasilitasi oleh pemerintah,” pungkas Thariq. (ind-56)


Komentar